Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Terbesar Pulau Sumatera

Taman Nasional Kerinci Seblat - Taman Nasional Kerinci Seblat ialah taman nasional dengan yang termasuk kategori terbesar di pulau Sumatera yang luasnya 1.368.000 hektar, menjadikan Taman Nasional Kerinci Seblat ini menjadi Taman Nasional dengan luasan terbesar di pulau Sumatera.

Sumber: @tamannasionalkerinciseblat via Instagram
Taman Nasional ini bisa memuaskan hati bagi siapa saja yang mengunjunginya lantaran di taman nasional ini terdapat mata air panas, sungai-sungai yang alirannya deras, gua-gua, beberapa air terjun dan juga danau kaldera yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara.

Kawasan hutan TNKS sendiri adalah sebagai habitat buat  kumpulan atau populasi satwa langka seperti halnya Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Badak Sumatra, Kijang Sumatera yang ditemukan pada tahun 2007  dan juga lebih dari 372 jenis burung termasuk juga 16 jenis burung endemik.

Taman nasional kerinci seblat sendiri pertama kali ditetapkan menjadi Taman Nasional berdasar pada Keputusan Menteri Kehutanan No. 192/KPS-II/1996 yakni pada Tahun 1996 dengan luasan 1,386 juta ha. Kawasan ini melingkupi 4 Provinsi yakni provinsi Sumatera Barat, provinsi Jambi, provinsi Bengkulu dan juga provinsi Sumatra Selatan.

Tidak kurang dari 436 desa yang daerahnya berbatasan secara langsung dengan areal kawasan ini. Kawasan ini menjadi amat penting dalam ekosistem pulau Sumatra dan karena hal tersebutlah pada tahun 2004 kawasan ini sudah didaftarkan masuk ke dalam World Heritage Site menjadi Cluster Mountainous Tropical Rainforest Heritage Site of Sumatra (TRHS).

Semenjak tahun 2000, beberapa puluh ribu hektar kawasan hutan yang terdiri dari kawasan konservasi dan juga hutan produksi dialihfungsikan atau berubah fungsinya menjadi lahan pertanian, perkebunan, serta pertambangan. Masalah ini dapat terjadi karena minimnya kontrol dan juga pengamatan dari instansi yang memiliki kewenangan dalam hal tersebut.

Pemda lebih tertarik pada masuknya investasi perusahaan besar yang dipandang bisa meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dalam jangka pendek tanpa memperhitungkan efek atau dampak yang ditimbulkan terhadap Sumber Daya Hutan (SDH). Selanjutnya,lemahnya penegakan hukum semakin meningkatkan laju percepatan kehancuran atau kerusakan hutan dan juga berpengaruh langsung pada makin berkurangnya habitat serta populasi satwa liar secara signifikan tentunya.

Hasil evaluasi IUCN pada tahun 2006 memperlihatkan jika beberapa kegiatan sedang mengancam kelestarian kawasan hutan di bentang alam TNKS, seperti halnya pembalakan liar, perburuan liar, perambahan, rencana pengerjaan jalan yang melintasi lokasi TNKS dan juga eksploitasi hasil hutan lainnya yang tidak termonitor oleh instansi berwenang.

Dalam rangka menyelamatkan dan juga mengamankan ekosistem bentang alam Taman Nasional Kerinci Seblat berbasiskan Masyarakat, sebagian besar pihak harus mengambil peranan sesuai dengan dengen kompetensinya guna menyelamatkan hutan yang tersisa di kawasan  sekitar Taman nasional kerinci seblat.

Letak Geografis

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) adalah kawasan hutan hujan tropis penting dunia yang berlokasi di serangkaian pegunungan bukit barisan selatan bagian tengah yang berada pada titil koordinat 100o31’18”-102o44’ BT dan 17’13” – 326’14”LS.

Aksi Perambahan Dan Bahayanya Bagi Kelestarian TNKS

Di hutan produksi sekitaran TNKS, perambahan berlangsung sesudah masa berlakunya izin Hak Pengusahaan Hutan (HPH) telah berakhir atau pada masa jatuh tempo. Selama lokasi kawasan bekas HPH ini tidak ada yang mengurus atau memonitor di lapangan maka kawasan hutan yang memiliki fungsi sebagai penyangga ini dijadikan target yang sangat empuk bagi para perambah hutan.

Perambahan hutan tidak termonitor seperti masalah atau kasus di atas tidak terjadi pada areal kawasan hutan dengan tata kelola tradisionil seperti Hutan Kelola Rakyat yang pengurusannya di lapangan berada di bawah kendali masyarakat lokal maupun warga adat.

Terdapat instansi pengelola berbasiskan masyarakat yang menjalankan dan juga mengontrol secara langsung keadaan hutan beserta isinya. Hubungan antara masyarakat dengan lingkungannya terjadi dan bersifat secara langsung dan juga erat, disamping itu ekosistemnya menjadi bagian penting dari sistem kehidupan masyarakat sekitar.

Satu diantara ancaman paling besar ialah terlalu lamanya kegiatan perambahan dibiarkan maka dapat mendorong perpindahan warga buat menetap atau mengerjakan kegiatan ekonomi yang semestinya dilarang di kawasan hutan seperti yang terjadi di Solok Selatan, seperti di Kec, Sangir, Kec sangir Jujuan dan juga Kec sangir Balai Jenggo.

Kondisi ini menjadi lebih kritis sebab keterbatasan atau minimnya jumlah personil pelaksana lapangan di bagian penegakan hukum yang diharapkan dapat melaksanakan pengawasan. Sejak masyarakat mengubah pekerjaannya dari mengambil kayu hutan berubah menjadi berladang maka pekerjaan baru ini sudah merubah fungsi kawasan hutan koridor menjadi ladang bagi masyarakat.

Perburuan Liar

Di samping perambahan hutan dan juga pembalakan liar, hasil penyelidikan memberikan indikasi jika ada permasalahan lain yang cukup serius yaitu perburuan liar dengan target utama yakni Harimau Sumatera.

Hanya dalam tempo dua bulan saja, team penyelidikan menemukan dan juga membongkar sembilan jerat harimau aktif serta salah satunya berhasil menjerat seekor harimau, akan tetapi bisa lepas kembali dengan luka yang parah.

Perambahan hutan bukan cuma oleh masyarakat buat perladangan namun juga oleh perusahaan perkebunan yang mendapatkan izin resmi dari pemerintah. Kondisi ini semakin memperparah keadaan kawasan hutan dan juga mengubah bentang alam TNKS terutama yang menjadi koridor untuk satwa langka buat menuju TNKS.

Flora Taman Nasional Kerinci Seblat

Sumber: @tamannasionalkerinciseblat via Instagram
Pada taman nasional kerinci seblat terdapat tidak kurang dari 4.000 jenis tumbuhan dimana 60% dari jenis itu terdapat di hutan dataran rendah. Tumbuhan yang mendominasi di taman nasional ini ialah suku Dipterocarpaceae, Fabaceae, Lauraceae, Myrtaceae, serta Bombacaceae.

Tercatat berjumlah 300 jenis anggrek, beberapa spesies bambu, kayu manis, rotan, dan juga edelweis yang langka (Anaphalis sp.). Tidak hanya itu, di taman nasional ini juga ada bunga terbesar yakni Rafflesia arnoldii, bunga tertinggi di dunia Amorphophallus titanum, serta flora langka kantong semar (Nepenthes sp.).

Jenis vegetasi yang sangat penting ialah hutan hujan tropis Dipterocarpaceae yang ada di dataran rendah dan juga bukit-bukit hingga ketinggian lebih dari 1.000 mdpl. Jenis pohon yang berada di hutan hujan tersebut diantaranya ialah Shorea parvifolia, Dipterocarpus sp., Parashorea sp., Koompassia malaccensis, dan juga Dialium sp. Lapisan bawahnya ditumbuhi oleh jenis palem Arenga sp., padma raksasa Rafflesia arnoldii, dan juga bunga bangkai Amorphophallus titanum.

Di ketinggian antara 1.000  hingga 1.500 mdpl ada hutan hujan tropis pegunungan rendah yang didominasi oleh beberapa jenis Dipterocarpaceae seperti Hopea sp., horea platyclados, Litsea sp., Rhodamnia cinere, serta suku Euphorbiaceae dan juga Leguminosae. Lapisan bawahnya ditumbuhi oleh palem (Livingstonia altissima dan juga Areca catechu), epifit (Asplenium sp., Bulbophyllum sp., Dendrobium sp., serta Eria sp.), serta kantong semar (Nepenthes sp.).

Di atas ketinggian 1.500 mdpl ada vegetasi hutan pegunungan yang didominasi oleh suku Lauraceae dan juga Ericaceae, seperti Podocarpus amarus, Castanopsis sp., Ficus variegate, serta Cinnamomum parthenoxylon.

Di Kabupaten Kerinci terkenal dengan adanya dua ekosistem rawa, yakni Rawa Ladeh dan juga Rawa Bento yang berada pada ketinggian 1.950 mdpl dengan luasan 150 ha. Kedua rawa itu adalah rawa gambut paling tinggi di Pulau Sumatera. Rawa Bento (Sangir Hulu) adalah rawa air tawar dengan karakteristik berbagai jenis rumput yakni Leersia hexandra, Glo-chidion sp., dan juga Eugnia spicata.

Jenis tumbuhan khas dengan sebaran terbatas bisa didapati di areal kawasan ini, yakni pinus strain kerinci (Pinus merkusii strain kerinci), kayu pacet (Harpullia arborea), pakis sunsang (Dyera costulata), serta bunga rafflesia (Rafflesia arnoldii).

Fauna Taman Nasional Kerinci Seblat

Sumber: @tamannasionalkerinciseblat via Instagram
Di taman nasional kerinci seblat terdapat beragam jenis fauna diantaranya harimau Sumatra, dan juga taman ini diakui di bawah Global Tiger Initiative menjadi satu dari dua belas kawasan lindung penting di dunia buat konservasi harimau.

Kawasan taman nasional ini  diketahui juga sebagai habitat sejumlah besar burung-burung Sumatera. Perlu kita ketahui bersama, ada lebih dari 371 jenis burung dimana 17 jenis diantaranya merupakan endemik sumatera, lebih dari 85 jenis mamalia, tujuh jenis primata, enam jenis amfibi, serta sepuluh jenis reptilia. Dua spesies kunci yang menjadi konsentrasi pengelolaan ialah harimau sumatera dan juga gajah sumatera.

Satu studi belakangan ini menunjukkan jika Taman Nasional Kerinci Seblat di Sumatra bagian tengah mempunyai populasi harimau tertinggi di pulau tersebut, yang jumlahnya diprediksikan mencapai 165 hingga 190 individu. Taman ini terbukti mempunyai tingkat hunian bagi harimau paling tinggi di kawasan lindung, dengan 83% dari taman itu memperlihatkan tanda-tanda adanya harimau.

Lebih banyak jumlah harimau yang terdapat di Taman Nasional Kerinci Seblat ketimbang di seluruh Nepal, dan juga tentunya jumlahnya lebih banyak dibandingkan Cina, Laos, Kamboja, serta Vietnam apabila jumlah dari beberapa tempat tersebut digabungkan.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar