Taman Nasional Bukit Dua Belas, Tempat Tinggal Bagi Suku Anak Dalam Jambi

Taman Nasional Bukit Dua Belas - Taman nasional bukit dua belas adalah taman nasional yang posisinya terletak di pulau Sumatera, indonesia. Taman nasional ini mempunyai luas 605 km² dan juga taman nasional ini populer karena adanya Suku Anak Dalam atau Suku Kubu atau Orang Rimba yang tinggal didalamnya.

Sumber: @tenryandry via Instagram

Pemilihan Taman Nasional Bukit Duabelas sendiri diawali terlebih dulu dengan surat Bupati Sarolangun Bangko tanggal 7 Februari 1984 Nomor 522/182/1984 mengenai usulan kawasan hutan Bukit Duabelas menjadi Lindungan dan juga Cagar Biosfer.

Saat itu, Pemerintah Wilayah Kabupaten Sarolangun Bangko berkemauan untuk merubah status kawasan hutan Bukit Duabelas berubah menjadi hutan lindung dan juga Cagar Biosfer buat tempat hidup Orang Rimba yang telah lama tinggal di lokasi tersebut .

Usulan itu selanjutnya ditindaklanjuti dengan surat Kepala Sub Balai Perlindungan serta Pelesterian Alam (PPA) Jambi 1984 mengenai usulan kawasan hutan Bukit Duabelas sebagai Hutan Lindung dan juga Cagar Biosfer serta pada Gubernur Jambi lewat surat Nomor : 522.52/863/84 pada tanggal 25 April 1984 terhadap Menteri Kehutanan supaya kawasan Bukit Duabelas seluas 28.707 ha dipergunakan atau diperuntukan menjadi Cagar Biosfer.

Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) seluas 60.500 ha ditetapkan dengan Surat Keputusan Mentri Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 285/Kpts-II/2000 Tanggal 23 Agustus 2000 melalui Hutan Produksi Tetap Serengam Hilir seluas 11.400 ha dan area pemanfaatan lain seluas 1.200 ha serta cagar biosfer Bukit Dua belas seluas 27.200 ha.

Fauna

Di Taman Nasional Bukit Dua Belas ada beberapa jenis fauna langka dari jenis burung yakni Enggang Klihingan, Elang Ular Bido, Rangkong Badak, Buhung Gading serta Paok Delima. Perlu kalian tahu, Taman Nasional ini juga terdapat mamalia langka di dalamnya yakni Beruang , Kancil, Harimau Sumatra, dan lainnya.

Flora

Taman Nasional Bukit Dua Belas mempunyai berbaga jenis flora antara lain: Getah Merah, Jelutung, Kempas, Pulai, Rumbai, Palem darah Naga, Cendawan Muka Rimau dan lain-lain. Tidak hanya itu juga  terdapat beberapa jenis flora yang bisa dimanfaatkan jadi obat-obatan yakni: Tuno Akar, Tembalau, Cendawan Balus, Selusuh Kayu, Selusuh Akar, Akar Penyegar, Sentubung, Tubo kayu, Terap, Rotan Sio dan juga Tunam.

Geografi

Taman nasional ini dinamai berdasar pada lanskap perbukitannya, yang mencakup bukit-bukit Punai (164m), Panggang (328m) dan juga Kuran (438m). Wilayah itu adalah wilayah tangkapan air yang penting untuk DAS Batang Hari.

Tempat Tinggal Manusia

Sumber: @tenryandry via Instagram

Taman nasional ini ditempati oleh Orang Rimba yang nomaden.  Kurang lebih 40% Orang Rimba tinggal di Taman Nasional Bukit Duabelas, sementara 15% lainnya tinggal di Taman Nasional Bukit Tigapuluh yang berdekatan dan juga sisanya menyebar di seluruh wilayah propinsi Jambi. Pemberdayaan mereka untuk meneruskan budidaya, berburu, dan juga dipandang sebagai kunci untuk perlindungan hutan di taman nasional.

Di lokasi hutan lindung ini tinggal Suku Anak Dalam atau Suku Kubu. Suku ini sudah lama mengendalikan zonasi kawasan jauh sebelum taman nasional ini ditetapkan. Suku ini, bersama dengan TNBD memperlihatkan keselarasan dalam soal pemetaan taman nasional. Jalur tebing hutan yang dinamai oleh warga sekitar sebagai Tali Bukit dilarang untuk ditebangi pepohonannya.

Mengenai zona hutan yang disana ada tanaman buah-buahan, karena itu dia masuk zona pemanfaat TNBD. Banyaknya Orang Rimba pada tahun 2018 mencapai 2960 orang, naik dari tahun 2013 yang berjumlah 1775 orang.

Konservasi Dan Ancaman

Sebelum diresmikan menjadi taman nasional pada tahun 2000, sejumlah besar area itu dimanfaatkan menjadi hutan produksi, yang mengarah dan menyebabkan tingkat kerusakan hutan primer yang tinggi. Taman nasional bukit dua belas sendiri terancam oleh deforestasi, dengan 70% tutupan hutannya rusak pada tahun 2012.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar