Sejarah Perang Krimea, Perang Modern Pertama Yang Menarik Untuk Dipelajari

Sejarah Perang Krimea - Perang Krimea merupakan suatu peperangan yang terjadi dari tahun 1853 hingga 1856 yang melibatkan antara kekaisaran Rusia dalam melawan para sekutu yang terdiri atas Britania Raya, Prancis, kesultanan Utsmaniyah dan juga kerajaan Sardinia. Konflik ini banyak terjadi di semenanjung Krimea, walaupun juga terjadi konflik di laut Baltik dan Turki Barat.

Perang Krimea dikenal karena adanya kesalahan taktis serta logistic dari kedua belah pihak. Akan tetapi, hal itu tetap dianggap sebagai perang modern pertama. Perang modern ini juga memperkenalkan hal seperti adanya perubahan-perubahan teknis yang berpengaruh terhadap tata peperangan yang terjadi di masa setelah peperangan ini. Salah satu taktis yang dipengaruhi seperti penggunaan pertama telegraf dan kereta api.

Perang ini juga memperkenalkan pekerjaan Florence Nightingale yang merupakan pelopor perawat modern saat merawat tentara inggris yang sedang terluka. Menariknya perang Krimea juga merupakan perang yang pertama kali didokumentasikan dengan foto secara luas.

Sumber: @sejarahdunia7 via Instagram

Kisah Ketegangan Pasca Pertempuran

Rangkaian peristiwa yang menyebabkan Prancis dan juga Inggris mengumumkan perang kepada Rusia yakni pada tanggal 27 dan 28 Maret 1854 dapat kita telusuri dan kita kaitkan pada peristiwa kudeta di Prancis pada tahun 1851 Masehi.

Napoleon III yang merupakan presiden republik Prancis pertama mengirimkan duta besar kepada kekaisaran Ottoman serta berusaha untuk memaksa Ottoman agar mengaku republik Prancis sebagai penguasa yang berdaulat di daerah tanah suci. Rusia membantah terjadinya perubahan penguasa baru di daerah tanah suci, dikarekan berdasarkan pada dua perjanjian yang telah dibuat sebelumnya yakni pada tahun 1757 dan 1774 Masehi.

Ottoman pun mengubah keputusan yang telah dibuat sebelumnya, dengan membatalkan adanya perjanjian Prancis serta bersikeras bahwasanya Rusia merupakan pelindung bagi orang-orang Kristen Ortodoks yang berada di kerajaan Ottoman.

Setelah itu, Napoleon III pun menjawab akan hal tersebut dengan melakukan unjuk kekuatan yakni denga cara mengirimkan armada berupa kapal Charlemagne ke wilayah Laut Hitam, dimana hal ini adalah suatu pelanggaran terhadap adanya konvensi selat London. Selain unjuk kekuatan, Prancis juga melakukan diplomasi serta uang yang agresif.

Hal ini, kemudian memaksakan sultan Abdulmecid I untuk mengakui adanya perjanjian baru yang berisi tentang pengakuan Prancis dan Gereja Katolik Roma sebagai otoritas paling tinggi di tanah suci yang memiliki kemampuan pengontrolan terhadap tempat-tempat suci Kristen dan juga dapat memiliki hak atas gereja Nativity yang pada waktu sebelumnya masih dipegang oleh Gereja Ortodoks Yunani.

Tsar Nicholas I, setelah itu mengirimkan pasukan angkatan perang korp ke 4 dan 5 di sepanjang sungai Danube serta memberikan tugas kepada Count Karl yang merupakan menteri luar negerinya untuk melaksanakan pembicaraan dengan kekaisaran Ottoman. Nesselrode menyampaikan hal tersebut kepada Sir George Hamilton Seymour yang merupakan duta besar Inggris di St Petersburg.

Jumlah Korban Perang Krimea

Pada perang Krimea yang berlangsung dari 1853 hingga 1856 Masehi, terdapat jumlah kekuatan dan korban yang menggambarkan betapa luar biasa kerasnya peperangan ini. Untuk jumlah kekuatan dimana jumlah kekuatan orang Rusia dengan jumlah terbanyak yakni 700.000 orang Rusia, diikuti dengan jumlah kekuatan 400.000 orang Perancis, 250.000 orang Britania, 165.000 orang kesultanan Utsmaniyah, 10.000 orang Sardinia dan 3000 orang jumlah kekuatan Bulgaria.

Dengan banyaknya jumlah kekuatan pasukan-pasukan di atas, tentunya perang Krimea banyak memakan korban baik itu yang meninggal saat perang, terluka dan meninggal karena penyakit. Dari pihak sekutu, terdapat sekitar 100.000 orang Prancis, 35.000 orang Turki, 17.500 orang Britania dan 2.194 orang Sardinia tewas saat perang, meninggal karena penyakit dan terluka saat perang. Sedangkan dari pihak kekaisaran Rusia, terdapat sekitar 134.000 orang tewas, meninggal karena penyakit dan terluka saat perang.

Itulah artikel tentang Sejarah Perang Krimea Yang Menarik Untuk Dipelajari. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan sahabat-sahabat sekalian.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar