Pohon Bertan, Palem Endemik Kalimantan Yang Terancam Punah

Pohon Palem Bertan - Bertan  yang memiliki nama latin Eugeissona utilis ini merupakan jenis Palem Endemik yang berasal dari Kalimantan. Bertan yang disebut Kadjatoa dalam bahasa lokal, dipercaya menjadi satu diantara jenis palm yang cuma bisa di temui di lereng gunung Lumut di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Habitatnya ini berada hingga pada ketinggian 750 MDPL.

Sumber: commons.Wikimedia.Org

Tumbuhan palem yg dimanfaatkan oleh warga Dayak sebagai pembuat sagu ini nyatanya tergolong ke pada satu dari belasan jenis palem yang dilindungi dalam Indonesia yakni dari PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan Dan Satwa.

Mungkin, teman-sahabat yang ingin menyaksikan secara pribadi bentuk menurut bertan Sang Palem Endemik Kalimantan, nir perlu bersusah payah buat mendaki gunung Lumut tadi, dikarenakan dari situs Kebun Raya Purwodadi, kebun raya yang berlokasi pada Jawa Timur ini mempunyai koleksi sejumlah palem langka yang diantaranya merupakan bertan (Eugeissona utilis).

Klasifikasi ilmiah

Kingdom: Plantae

(tanpa ada takson): Angiospermae

(tanpa ada takson): Monokotil

(tanpa ada takson): Commelinids

Ordo: Arecales

Famili: Arecaceae

Subfamili: Calamoideae

Bangsa: Calameae

Genus: Eugeissona

Spesies: Eugeissona utilis

Deskripsi Morfologi Bertan

Bertan adalah sejenis pohon palem memakai berukuran nir mengecewakan akbar, hidupnya merumpun, tingginya diketahui mampu mencapai 20 m. Pohon ini memiliki btg yg berduri, perbungaan berada dalam ujung batang, lurus ke atas

Jenis palem ini memiliki bentuk batang yang tegak, silinder, dan juga agak berduri. Bertan mempunyai diameter batang yang berkisar 18 hingga 20 cm. Batang bertan sendiri ditopang oleh akar tunjang yang ramping, panjang, dan juga lebih tinggi dari tanah dan hal inilah yang merupakan ciri pembeda pada pesies ini.

Daunnya besar, panjang yang dapat mencapai 4 m, memiliki duri yang panjangnya berkisar 10 hingga 12 mm yang berada di tangkai daun dan juga tersusun teratur. Mempunyai anak daun yang lumayan banyak, dimana antara daun yang satu dengan lainnya memiliki jarak yang sama.Sisi atas permukaan anak daun dilengkapi bulu. Anak daun tengah dan juga bawah memiliki ukuran 40 hingga 45 cm, serta yang paling atas memiliki ukuran lebih kecil.

Palem ini memiliki ciri dimana sekali berbunga, langsung mati. Bunga-bunganya berkayu, buahnya bersisik dan keras. Perbungaannya ini tegak, hingga mencapai 4 m. Buah memiliki ukuran 8 hingga 10 cm, panjang 5 hingga 5,5 cm, memiliki bentuk segitiga, serta buahnya bersisik.

Sisiknya memiliki ukuran yang kecil, banyak, panjangnya berkisar 1 hingga 3 mm, melebar, dan juga ada sisi yang polos warnanya. Buahnya seperti salak, bersisik, terbagi menjadi 6 sisi, 3 memiliki ukuran lebih pendek yang posisinya berdekatan dengan pusat buah.

Bijinya lapuk berongga, ditandai dengan 6 alur, 3 alur lebih dalam lapuknya. Dinding perikarp berkisar 5 hingga 6 mm, tebal keseluruhannya, dan juga endokarp memiliki ukuran yang dapat mencapai 15 mm. Bertan sendiri tumbuh melalui biji serta tumbuh dengan kecepatan perkembangan yang cukup cepat. Dalam tempo 5 tahun, dia bisa berbunga serta mekar jika kondisi tanah dalam keadaan baik.

Sumber: flickr.com

Manfaat Pohon Bertan

Bertan yang dikenal juga dengan kajatoa telah lama dikenal oleh masyarakat Kalimantan Timur & Utara sebab terdapat beberapa bagian palem ini yang digunakan oleh masyarakat setempat.

Para orang Dayak sekitar juga mengkonsumsi sagu yang berasal dari batang pohon tersebut, lantaran mereka tidak menanam padi serta terbiasa mengambil secara langsung makanan pokok yang merupakan hasil dari hutan.

Adapun, oleh orang Punan tumbuhan ini setengah dibudidayakan. Bertan dikonsumsi buat menggantikan beras yang dipandang kurang mencukupi kebutuhan pokok oleh Suku Punan. Sagu dari pohon ini dikonsumsi buat menggantikan beras, serta umumnya dikonsumsi bersama-sama ubi kayu.

Selain batangnya yang dapat diolah menjadi makanan pokok, ternyata pohon bertan memiliki daun yang  dapat digunakan sebagai atap dan juga dinding rumah, sedangkan akar tunjangnya dibuat sebagai lantai. Tulang-tulang anak daun pohon ini juga seringkali digunakan buat peluru sumpit atau anak anak panah untuk menangkap ikan di sungai.

Demikianlah artikel tentang Pohon Bertan, Palem Endemik Kalimantan Yang Terancam Punah yang dapat abang nji informasikan buat sahabat-sahabat sekalian.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar