Labi-labi Moncong Babi, Satwa Endemik Papua Yang Terancam Punah

Labi-Labi Moncong Babi - Labi-labi moncong babi yang memiliki nama ilmiah Carettochelys insculpta merupakan satu-satunya jenis labi-labi yang masih terjaga keberadaanya yang merupakan bagian dari anggota keluarga Caretochelidae.

Sumber: @amargaito via Instagram
Klasifikasi ilmiah

Kingdom:   Animalia

Filum:        Chordata

Kelas:        Sauropsida

Ordo:         Testudines `

Famili:       Carettochelyidae

Genus:      Carettochelys

Spesies:C. insculpta

Hewan yang merupakan endemik Papua ini, ditaksir populasinya di alam bebas sangatlah terancam lantaran sebagai hewan peliharaan yang disukai banyak orang dan juga seringkali diselundupkan ke luar negeri seperti negara Cina dan Taiwan  buat dikonsumsi menjadi obat. Labi-labi ini hidup di beberapa sungai di wilayah selatan Papua serta di sejumlah tempat di Queensland utara.

Labi labi moncong babi sendiri, tidak seperti umumnya spesies kura-kura air tawar yang lain, dimana mempunyai kaki sebagai alat untuk gerak. Akan tetapi, pada labi -labi kakinya memiliki fungsi sebagai sirip seperti halnya penyu. Hidung dari labi-labi ini tampak seperti babi, yakni mempunyai lubang hidung di bagian ujung moncongnya yang berdaging, lantaran hal tersebutlah jenis labi-labi ini disebut dengan labi-labi moncong babi.

Karapas pada hewan ini umumnya memiliki warna abu-abu dengan tekstur yang kasar, sedangkan plastronnya memiliki warna krem. Jantan dan betina pada jenis hewan ini dapat kita bedakan dengan cara melihat ekornya, dimana labi-labi jantan memiliki ekor yang lebih panjang dan juga lebih sempit. Labi-labi moncong babi dapat tumbuh dari 46 cm hingga mencapai 70 cm panjang karapas dengan berat tubuhnya lebih dari 20 kg.

Penyebaran Labi-labi Moncong Babi

Penyebaran labi-labi moncong babi sendiri dapat ditemukan atau dijumpai di wilayah Australia utara, Irian Jaya selatan, dan juga Papua Nugini selatan. Habitat khas yang disukai oleh labi - labi moncong babi terhitung sungai, muara, laguna, danau, rawa serta kolam yang sekelilingnya merupakan hutan lebat dan masih terjaga vegetasinya.

Sejumlah besar labi-labi moncong babi dapat ditemukan di perairan dengan dasar yang terdiri dari pasir dan juga kerikil yang tertutup oleh lumpur, serta rata-rata kedalamannya mencapai enam kaki bahkan lebih. Dua daerah dimana labi-labi ini sudah dipelajari atau diteliti yakni wilayah Sungai di selatan New Guinea dan juga Sungai di Australia utara.

Seperti kebanyakan labi-labi yang hidup di tempat terpencil, labi - labi moncong babi ini dipercaya amat langka keberadaannya. Walaupun data populasi pasti labi-labi saat ini tidak tersedia, akan tetapi terdapat laporan terakhir mengenai penurunan populasi di sejumlah daerah dimana spesies itu sebelumnya sempat melimpah. Sebab itulah, Australia akhirnya melindungi kura-kura ini dari kegiatan eksploitasi. Akan tetapi, New Guinea belum melaksanakan tindakan konservasi apapun guna melindungi kelestarian hewan ini.

Makanan Labi-Labi Moncong Babi

Walaupun labi - labi moncong  babi merupakan jenis hewan omnivora yang berarti mengonsumsi tumbuhan dan juga hewan, mereka lebih suka pada tanaman dan juga buah ketimbang binatang yang ada di alam liar.

Makanan hewan ini umumnya didominasi oleh buah dan juga daun ara liar. Meskipun demikian, sebagian orang juga ada yang menemukan labi-labi ini amat menyukai cacing dan juga anak tikus.

Perilaku Labi-Labi Moncong Babi

Labi-labi moncong babi dewasa umumnya memerlukan kolam besar atau aliran sungai yang besar untuk tempat hidupnya. Untuk individu yang lebih kecil  sendiri dapat hidup di kolam - kolam kecil yang mempunyai tanaman air dan juga tempat persembunyian bawah air yang dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi labi-labi moncong babi kecil.

Kualitas air amatlah penting untuk keberhasilan dalam menjaga kelestarian spesies ini, diaman sistem penyaring biologi haruslah selalu tersedia. Apabila kualitas air buruk, maka mengakibatkan penyakit kulit jamur atau bakteri pada karapas. Akses ke tanah benar-benar harus disiapkan untuk betina dewasa supaya mereka dapat bersarang.

Betina umumnya dapat bertelur diantara 7 sampai 39 butir telur. Jenis kelamin anak labi-labi nantinya sangat tergantung pada suhu saat telur saat diinkubasi, jenis kelamin jantan sendiri diproduksi saat telur berada pada rata-rata suhu konstan dari 82 hingga 86 ° F atau dari 27,7 hingga 30 ° C. Masa proses inkubasi sendiri cukup beragam dimulai dari 60 sampai 70 hari lamanya.

Upaya Perlindungan Labi-Labi Moncong Babi

Sumber: @the_reptile_village via Instagram
Meskipun sebenarnya Labi-labi Moncong Babi  adalah satu diantara hewan langka dan juga dilindungi di Indonesia, IUCN Red List memasukkan spesies ini ke dalam kategori Endangered (terancam). Selain itu, CITES juga memasuknnya ke dalam daftar Appendix II yang berarti cuma boleh diperjualbelikan secara internasional dengan pengawasan khusus dan ketat tentunya.

Labi-labi Moncong Babi sendiri menjadi satu diantara hewan yang dilindungi berdasar pada PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan Dan Satwa serta UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya.

Dengan statusnya yang dilindungi, semestinya perburuan liar Labi-labi Moncong Babi tidak diijinkan, termasuk juga memperjualbelikan dan juga memeliharanya dengan cara diambil dari alam liar. Perdagangan cuma dapat dilaksanakan pada individu labi-labi yang dihasilkan dari penangkaran secara sah dan resmi.

Sehingga, bagi siapa saja pemelihara kura-kura bermoncong babi ini harus memastikan bahwasanya spesies yang dipeliharanya benar-benar dihasilkan dari penangkaran dan juga bukan ditangkap dan berasal dari alam liar, dimana hal ini harus dibuktikan dengan dokumen-dokumen yang resmi tentunya.

Itulah informasi yang dapat abang nji sampaikan kepada sahabat sekalian tentang Labi-labi Moncong Babi, Satwa Endemik Papua Yang Tercancam Punah. Semoga, artikel ini dapat menambah wawasan kita dan pastinya lebih meningkatkan kepedulian kita dalam menjaga kelestarian fauna-fauna yang ada di Indonesia.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar