Ikan Pelangi Merah, Spesies Ikan Surga Dari Papua

Ikan Pelangi Merah- Ikan pelangi merah yang memiliki nama ilmiah Glossolepis incisus ini merupakan ikan air tawar yang hidup endemik di Danau Sentani, Papua. Di luar negeri sendiri, ikan ini dijuluki dengan sebutan Red rainbowfish, Salmon red rainbowfish maupun Irian Jaya rainbowfish.

Sumber: @aquarismo.global via Instagram
Status konservasi : Vulnerable ( Rentan) Sumber Status Konservasi : IUCN Red List

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:   Animalia

Filum:        Chordata

Kelas:        Actinopterygii

Ordo:        Atheriniformes

Famili:       Melanotaeniidae

Genus:      Glossolepis

Spesies: G. incisus

Ikan ini sudah nisbi terkenal pada benua Eropa guna dijadikan ikan hias dalam akuarium baik untuk eksklusif pula ditampilkan pada pameran-pameran eksklusif. Ikan Pelangi Merah ini untuk pertama kalinya diperkenalkan sang seseorang peneliti bernama Max Weber yang melaksanakan ekspedisi pada Papua Barat diantara tahun 1890 hingga 1900 M.

Kemudian, dalam tahun 1973, A. Werner, Jr menurut Munich, dan jua E. Frech yang berasal menurut Memmingen, Jerman melakukan pengumpulan spesimen-spesimen hayati sepanjang penilitian pada Jawa, Sulawesi, dan Papua Barat. Mereka mengambil beberapa ikan yg mempunyai beraneka macam warna buat dibawa ke benua Eropa, termasuk juga ikan Pelangi Merah (Incisus Glossolepis) yang waktu itu pula mereka bawa.

Peneliti yang bernama Werner & juga Frech kemudian memperkenalkan dan mempopulerkan ikan rainbowfish yang latif & pula menarik bagi para pencinta ikan-ikan hias akuarium.

Deskripsi Ikan Pelangi Merah

Ikan Pelangi Merah memiliki disparitas diantara pejantan & betinanya, yakni berupa perbedaan rona. Akan tetapi, disparitas ini baru terlihat jelas di saat ikan ini mendekati fase dewasa. Untuk ikan betina, memiliki rona yg jauh lebih gelap dan juga sirip transparannya lebih memanjang

Sedangkan, untuk pejantannya sendiri akan bermetamorfosa menjadi warna merah terang di saat ukuran tubuhnya mencapai 5 cm. Panjang maksimal dari ikan ini  bisa mencapai 15 cm walaupun ukuran tersebut sangat jarang dan sulit untuk dijumpai di alam bebas, ukuran umum yang sering dijumpai pada ikan ini ialah kurang lebih 10 cm.

Makanan Ikan Pelangi Merah

Perlu kita ketahui, Glossolepis incisus atau Ikan Pelangi Merah merupakan salah satu jenis ikan omnivora yang akan memakan apa saja yang ia dapati di perairan.

Habitat Ikan Pelangi Merah

Ikan Pelangi Merah sendiri adalah hewan endemik yang hanya dapat dijumpai atau ditemukan di Danau Sentani. Danau Sentani merupakan danau yang berlokasi di Papua Indonesia. Danau Sentani sendiri posisinya terletak di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops yang mempunyai luas kurang lebih 245.000 hektar.

Danau ini terbentang di antara Kota Jayapura dan juga Kabupaten Jayapura, Papua. Danau Sentani mempunyai luas kurang lebih 9.360 hektar dan juga berada di ketinggian 75 MDPL. Danau Sentani adalah danau terluas di Papua. Di danau ini ada 21 buah pulau kecil yang menghiasi danau nan indah ini.

Danau ini mempunyai daerah pengumpulan air kurang lebih 600 km2, panjang maksimal sekitar 28 km, lebar maksimal sekitar 19 km, area permukaan sekitar 104 km2, kedalaman maksimal sekitar 52 m serta ketinggian permukaan sekitar 73 m.

Tidak hanya ikan Pelangi Merah, di danau ini juga terdapat 30 spesies ikan air tawar dan juga 4 hewan endemik Danau Sentani yakni ikan gabus Danau Sentani (Oxyeleotris heterodon), ikan pelangi Sentani (Chilatherina sentaniensis), hiu gergaji (Pristis microdon) termasuk juga ikan Pelangi Merah (Glossolepis incisus) yang saat ini sedang kita bahas.

Ikan Pelangi Merah biasanya dapat dijumpai di sekitar tepian danau dan sebagian besar lainnya dapat ditemukan berkumpul di sekitar vegetasi terendam air dan cabang pohon yang roboh.

Itulah informasi tentang Ikan Pelangi Merah, Spesies Ikan Surga Dari Papua yang dapat abang nji sampaikan kepada sahabat sekalian. Semoga, artikel ini dapat menambah wawasan kita tentang apa-apa saja keanekaragaman fauna yang ada di Indonesia khususnya Papua.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar