Corak Kehidupan Masyarakat Praaksara Yang Menarik Untuk Dipelajari

Corak Kehidupan Masyarakat Praaksara - Manusia purba sendiri mengalami rangkaian proses dan juga perjalanan guna mendapatkan penemuan-penemuan baru yang mendukung terciptanya peradaban modern. Masa dimana tulisan belum ditemukan atau zaman praaksara sendiri mempunyai bermacam corak yang menjadi bukti atau pelaku perjalanan kehidupan tersebut .

Sumber: @jambilagi via Instagram

Pada artikel ini abang nji akan mengulas 4 corak kehidupan masyarakat praaksara dan ciri cirinya baik dari sudut pandang atau sisi budaya, sosial  maupun dari sisi teknologi.

Corak Kehidupan Masyarakat Praaksara

Empat corak kehidupan warga praaksara mencakup periode berburu dan juga meramu (food gathering), periode bercocok tanam (food producing), periode pertanian, serta periode perundagian. Masing-masing periode dalam corak kehidupan masyarkat praaksara itu mempunyai beberapa ciri dan keunikan masing-masing tentunya.

Corak Kehidupan Masyarakat Praaksara

1. Periode Berburu dan Meramu (Food Gathering)

Corak kehidupan masyarakat praaksara diawali terlebih dulu dengan periode berburu dan juga meramu (food gathering). Manusia masa itu bertahan hidup dengan mengandalkan makanan yang ketersediaanya berasal dari alam sepenuhnya. Oleh karenanya, mereka kemudian hidup berpindah pindah (nomaden) guna memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak mungkin dapat mereka lakukan jika mereka hidup dengan cara menetap.

Perlu kita ketahui, bahwasanya pola daripada kehidupan nomaden manusia purba dilaksanakan sebab faktor berkurangnya binatang buruan dan juga umbi-umbian di wilayah yang ditempati, musim kemarau juga menyebabkan para binatang buruan berpindah tempat, dan juga lantaran mereka ingin menemukan atau mendapatkan wilayah baru yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya kembali.

Manusia pada periode atau masa berburu dan juga meramu hidup mengembara dengan memanfaatkan goa goa yang ada sebagai tempat tinggal bagi keluarganya. Sebagian lain ada juga yang tinggal di wilayah pantai. Perlu kita ketahui bersama, hal ini didasari oleh terdapatnya penemuan sejumlah artefak seperti kapak genggam, kapak perimbas, kapak penetak, pahat genggam, alat serpih, serta beberapa alat dari tulang lainnya pada beberapa daerah tersebut. Meskipun demikian beberapa alat tersebut tergolong masih sederhana dan juga kasar.

2. Periode Bercocok Tanam (Food Producing)

Sejalan dengan bertambah banyaknya manusia dalam kelompoknya, periode berburu dan juga meramu selanjutnya secara perlahan mulai ditinggalkan lantaran dirasakan kurang efekif  dikarenakan hanya menggantungkan ketersediaan kebutuhan hidup yang hanya berasal dari alam.

Mereka mulai hidup menetap dan juga menanam tanaman buat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Jika tanah yang ditanami sudah tidak subur lagi dan tidak memungkinkan untuk ditanami kembali, barulah mereka berpindah tempat kembali buat mencari tempat baru untuk ditanami.

Dikarenakan kelompok yang mulai besar dan juga pola kehidupan nomaden mulai ditinggalkan, karena hal tersebutlah kehidupan perkampungan mulai dikenal corak kehidupan masyarakat praaksara pada saat ini. Terdapatnya peraturan, sikap gotong royong, kebersamaan, dan juga pemimpin diperhitungkan mulai ada dan diterapkan serta makin membuat kehidupan mereka lebih teratur dan tertib.

Pada periode bercocok tanam, manusia purba telah mengetahui sejumlah alat dengan teknologi sederhana seperti mata panah, gerabah, beliung persegi, kapak lonjong, perhiasan dan juga bangunan megalitikum keagamaan seperti menhir, dolmen, punden berundak, sarkofagus, kubur batu, waruga serta arca.

3. Periode Pertanian

Corak kehidupan masyarakat praaksara mulai berganti kembali seusai ditemukannya tanaman padi. Setelah adanya penemuan tersebut, metode pertanian menjadi semakin teratur dan juga berkembang. Mereka juga mulai melakukan perkembangbiakan binatang ternak buat memenuhi kebutuhan terhadap daging.

Pada periode pertanian, manusia purba mulai mengetahui bermacam ilmu dan pengetahuan. Sistem sosial kemasyarakatan berkembang secara baik dengan didirikannya tempat tinggal berupa rumah. Bahasa mulai dikenal serta diperlukan sebagai alat komunikasi. Tidak hanya itu, mereka juga  mengenal adanya suatu kepercayaan atau keyakinan dan juga ilmu tentang perbintangan.

Hasil budaya masyarakat praaksara pada periode pertanian telah cukup halus dan juga kekinian dengan ditemukannya beberapa perkakas seperti kapak persegi, kapak lonjong, nekara, gerabah, kapak perunggu, dan beberapa benda megalitik lainnya.

4. Periode Perundagian

Periode perundagian atau periode pertukangan ialah periode dimana corak kehidupan masyarakat praaksara ditandai dengan ditemukan dan adanya teknologi pembuatan beberapa perkakas buat menunjang kehidupan mereka. Periode perundagian dilatarbelakangi oleh jumlah masyarakat yang kian meningkat dari waktu ke waktu, pengalaman dari aktivitas pertanian, serta kemajuan kemampuan akal dan pikiran.

Pada periode tersebut, manusia mulai mengenal dan juga bisa memprediksi gejala-gejala alam, sistem sosial yang teratur, teknik melebur bijih logam. Oleh karenanya, pada periode atau masa ini kita bisa menemukan beberapa peninggalan perkakas yang dibuat dari bahan berupa besi, perunggu, serta logam jenis lain.

Demikianlah artikel tentang Corak Kehidupan Masyarakat Praaksara Yang Menarik Untuk Dipelajari yang diprediksikan para pakar telah terjadi dan merupakan sebagai tahap-tahap perubahan serta perkembangan kebudayaan nenek moyang manusia pada saat ini. Prediksi mengenai masing-masing periode dan juga ciri khasnya didapati dengan melihat beragam peninggalan arkeologis dari beberapa benda yang dipakai sesuai dengan zamannya.

Satu hal yang ingin saya sampaikan bahwasanya artikel ini adalah teori semata dan merupakan pendapat dari pakar sejarah saja, sehingga apa yang dijelaskan bisa saja terdapat kesalahan dan belum tentu benar sepenuhnya. Dan jadikan teori ini sebagai pengetahuan kita yang dipergunakan untuk membantah atau mendukung teori ini.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar