Burung Cendrawasih Merah, Sang Burung Surga Dari Papua

Burung Cendrawasih Merah - Cenderawasih Merah yang memiliki nama latin Paradisaea rubra ini merupakan spesies burung Cenderawasih yang memiliki ukuran sedang yang panjang tubuhnya  kurang lebih 33 cm (tidak termasuk bulu-bulu hiasan), dan termasuk ke dalam kelompok marga Paradisaea. Burung ini memiliki perpaduan warna kuning dan juga coklat, yang dimana paruhnya juga berwarna kuning.

Sumber: @thebirdingsquad via Instagram
Status konservasi : Near Threatened

Sumber Status : IUCN Red List

Klasifikasi ilmiah

Kingdom:    Animalia

Filum:         Chordata

Kelas:         Aves

Ordo:         Passeriformes

Famili:        Paradisaeidae

Genus:       Paradisaea

Spesies:  P. rubra

Burung jantan dewasa memiliki ukuran yang panjangnya kurang lebih 72 cm yang termasuk juga bulu-bulu hiasan berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada sisi bagian perutnya, bulu wajahnya sendiri berwarna hijau zamrud gelap dan juga di bagian ekornya terdapat dua buah tali panjang dimana bentuknya seperti pilin ganda berwarna hitam.

Untuk burung betina Cendrawasih Merah sendiri, memiliki ukuran  yang tentunya lebih kecil dari burung jantan, dengan bulu wajah yang berwarna coklat tua dan juga tidak memiliki bulu-bulu hiasan seperti halnya burung Cendrawasih Merah jantan.

Burung ini adalah hewan endemik Indonesia, dimana Cenderawasih merah ini cuma dapat dijumpai di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan juga Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.

Perlindungan Burung Cendrawasih Merah

Dikarenakan hilang dan berkurangnya hutan sebagai habitat bagi burung Cendrawasih Merah yang berkelanjutan, membuat populasi dan juga wilayah dimana burung ini dapat dijumpai atau ditemukan menjadi sangat terbatas.

Berdasarkan status konservasi yang dibuat oleh IUCN Red List, burung cendrawasih merah termasuk dalam status Near Threatened yang artinya hampir mendekati terancam.

Untuk di Indonesia sendiri Cendrawasih Merah dilindungi oleh UU No 5 Tahun 1990 yakni undang-undang yang mengatur tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan juga Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 yang mengatur tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.

Pemanfaatan Cendrawasih Merah

Sebagai satwa yang dikategorikan dilindungi, maka dalam pemanfaatan burung ini dengan cara diburu di alam sangatlah dilarang terutama Cendrawasih Merah yang ada di area konservasi.

Pemanfaatan Cendrawasih Merah sendiri hanya boleh untuk meningkatkan atau menunjang pariwisata, hingga keberadaannya di alam disukai oleh para wisatawan sebagai salah satu dari keindahan dan keunikan fauna yang ada di Indonesia.

Perilaku Cendrawasih Merah

Sumber: @liselotthhijssen via Instagram
Cendrawasih Merah sendiri adalah jenis burung yang hidup dalam kelompok, dimana mereka mencari makan dan juga bermain bersama-sama dalam suatu kelompok.

Apabila ada satu burung yang terpisah dari kelompoknya, maka burung tersebut akan mengeluarkan suara guna memanggil kelompoknya, dan kemudian dalam kurun waktu sebentar saja maka kelompok burung Cendrawasih Merah akan datang untuk mendekati burung yang terpisah tersebut.

Kegiatan bermain dan juga menari umumnya dikerjakan Burung Cendrawasih Merah kisaran jam 06.00 pagi sampai 09.00 pagi dan juga jam 15.00 sampai 15.30 pada area dan lokasi yang sama. Pada siang hari di luar waktu bermain, biasanya burung ini akan melaksanakan kegiatan untuk mencari makan di luar area bermainya.

Area bermain burung Cendrawasih Merah, secara umumnya berada di dataran tertinggi yang terdapat di sekitar sarangnya dan tentu saja dengan keadaan hutan yang masih bagus dan belum dirusak. Burung Cendrawasih Merah biasanya memakan makanan yang terdiri dari buah-buahan dan juga serangga.

Itulah informasi yang dapat abang nji sampaikan kepada sahabat sekalian tentang Burung Cendrawasih Merah, Sang Burung Surga Dari Papua. Semoga, artikel ini dapat menambah wawasan sahabat sekalian dan juga meningkatkan kecintaan serta ikut melindungi fauna-fauna yang terancam akan kepunahan.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar