8 Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang Melegenda

Prasasti Kerajaan Tarumanegara - Prasasti adalah peninggalan sejarah yang dapat menjadi bukti terkuat tentang adanya suatu kerajaan di suatu tempat atau lokasi. Salah satu kerajaan yang terkenal adalah Kerajaan Tarumanegara karena kerajaan ini telah meninggalkan bukti sejarah berupa 8 Prasasti mulai dari Prasasti Ciaruteun sampai Prasasti Pasir Awi.

Keberadaan dari Prasasti ini haruslah kita jaga dengan serius keberadaannya, jangan hingga prasasti yg tersisa hanya menjadi cerita saja buat masa yg akan tiba karena prasasti ini adalah ilmu sejarah & jua kekayaan budaya yg bisa kita wariskan buat anak cucu kita dalam masa yg akan datang. Berikut 8 Prasasti Kerajaan Tarumanegara yang Melegenda.

1. Prasasti Ciaruteun

Letak

Prasasti Ciaruteun merupakan prasasti Kerajaan Tarumanegara yang ditemukan pada tepi sungai Ciaruteun yang tidak jauh lokasinya dari sungai Cisadane. Prasasti Ciaruteun berada di desa Ciaruteun Ilir yakni di kecamatan cibungbulang, kabupaten bogor atau lebih tepatnya berada dalam titik koordinat 6?31?23,6? LS

Bahan Pembuat

Prasasti Ciaruteun dibuat dari batu alam atau batu kali. Batu ini memiliki berat kurang lebih 8 kg serta berukuran 200 cm * 150 cm.

Isi dan Sejarah

Pada tahun 1823 Prasasti Ciaruteun pernah hanyut beberapa meter yang disebabkan oleh derasnya aliran sungai dan juga bagian batu yang bertulis terbalik posisinya ke arah bawah. Setelah hanyut pada tahun 1893 prasasti ini dikembalikan ke tempat semulanya. Pada tahun 1903 Prasasti Ciaruteun awalnya dikenal dengan sebutan prasasti Ciampea.

Prasasti ini sendiri memiliki daya tarik yang luar biasa dimana prasasti ini terdapat lukisan laba-laba serta tapak kaki yang dipahatkan di sebelah atas hurufnya. Prasasti ini memiliki empat baris aksara Pallawa yang disusun dalam bahasa Sanskerta yang ditulis dalam bentuk puisi India dengan  Irama anustubh.

Jika anda tidak mengetahui terjemahan dari Prasasti Ciaruteun maka berikut adalah terjemahan dari Prasasti Ciaruteun:

Inilah  sepasang telapak kaki yang seperti kaki Dewa Wisnu ialah telapak yang mulia sang Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia.

Berdasarkan isi prasasti tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa prasasti ini dibuat pada masa pemerintahan raja Purnawarman yang saat itu memerintah di Kerajaan Tarumanegara. Apabila kita lihat isi dari Prasasti tersebut kita dapat mengetahui bahwa Raja Purnawarman ingin menunjukkan kepada rakyatnya bahwa dia adalah seorang raja yang sangat gagah berani di dunia. Hal itu, ditandai dengan cap sepasang telapak kakinya yang bagaikan Dewa Wisnu. Perlu Anda ketahui bahwa telapak kaki ini melambangkan kekuasaan Purnawarman atas daerah saat ditemukannya prasasti.

2. Prasasti Tugu

Sumber: @aldwinjeremiah Via Instagram

Prasasti yang satu ini bernama Prasasti Tugu, prasasti ini merupakan prasasti yang berasal dari kerajaan Tarumanegara. Prasasti Tugu isinya menceritakan tentang adanya penggalian Sungai Candrabaga oleh rajadirajaguru serta penggalian sungai Gomati oleh Purnawarman . Perlu kita ketahui penggalian sungai tersebut adalah gagasan Untuk menghindari terjadinya bencana alam berupa banjir yang sering terjadi  dan juga kekeringan yang terjadi pada saat musim kemarau pada pemerintahan purnawarman.

Lokasi dan Bahan

Prasasti Tugu yang merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Tarumanegara ini ditemukan  Kampung Batu tumbuh Desa tugu yang lebih tepatnya berada pada titik koordinat 0°06’34,05” BT dari jakarta dan 6°07’45,40”LS yang sekarang telah menjadi bagian wilayah kelurahan Tugu selatan, kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Untuk bahan nya sendiri batu Prasasti Tugu ini dipahatkan pada sebuah batu yang berbentuk bulat telur berukuran kurang lebih 1 meter.

3. Prasasti Muara Cianten

Sumber: disparbud.jabarprov.go.id

Prasasti Muara Cianten adalah merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang ditemukan oleh N.W. Hoepermans yaitu pada tahun 1864. Prasasti Ini pertama kali ditemukan di pasir Muara persawahan yang letaknya di tepi sungai Cisadane dengan lokasi berdekatan dengan Muara Cianten.

Prasati muara cianten  dahulu dikenal dengan sebutan prasasti pasir Muara karena lokasinya yang masuk ke wilayah Kampung Pasir Muara. Prasasti ini berisikan pesan yaitu bahwa pada tahun 854 Masehi pemerintahan negara telah dikembalikan di kerajaan Sunda. Prasasti Muara Cianten dipahatkan pada suatu batu besar yang alami dengan ukuran prasasti 2.70 x 1.40 x 140 m3.

4. Prasasti Cidanghiyang

Sumber: bantensite.blogspot.co.id

Prasasti cidanghiyang pertama kali dilaporkan ke dinas purbakala pada tahun 1947 oleh Toebagus Roesjan, akan tetapi prasasti ini baru diteliti pada tahun 1954. Prasasti cidanghiyang memiliki beberapa baris kalimat puisi yang ditulis dengan huruf Pallawa yang dibuat dengan menggunakan bahasa Sansekerta, puisi tersebut berisikan pujian serta pengagungan terhadap Raja Kerajaan Tarumanegara pada saat itu yakni Raja Purnawarman. Lokasi Prasasti Cidanghiyang yakni di tepi sungai Cidanghiyang yaitu di desa Lebak, Kecamatan Munjul.

Lokasi dan Bahan Pembuat

Lokasi dari prasasti ini berada di titik koordinat 0°55’40,54” BB dari jakarta dan 6°38,27’57”. Perlu anda ketahui bahwa Prasati Cidanghiyang dibentuk atau dipahatkan pada batu dengan bentuk alami dengan ukuran 3 x 2 x 2 meter.

5. Prasasti Jambu

Prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara berikutnya adalah Prasasti Jambu atau sering disebut juga pasir kolengkak. Prasasti jambu ini ditemukan dilokasi perkebunan jambu. Prasasti Jambu Terletak di Pasir Sikolengkak yakni di wilayah Kampung Pasir Gintung, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung. Kabupaten Bogor. Untuk lebih tepatnya prasasti jambu terletak pada titik koordinat 0°15’45,40” BB dari Jakarta dan 6°34’08,11”.

Perlu kita ketahui prasasti Ini pertama kali ditemukan pada tahun 1854 oleh Yoolion Herdika Sava dan Tryan Martin dan dilaporkan kepada Dinas Purbakala pada tahun 1947 yang kemudian diteliti untuk pertama kalinya pada tahun 1954.

Bahan Pembuat

Prasasti Jambu dipahatkan pada batu dengan bentuk yang alami dari alam dengan ukuran sisi-sisinya kurang lebih 2 sampai 3 meter.

6. Prasasti Kebon Kopi I

Sumber: tribunnews.com

Prasasti Kebon Kopi I adalah nama dari Prasasti ini. Dinamai dengan Prasasti Kebon Kopi 1 Karena untuk membedakannya dengan Prasasti Kebon Kopi II. Prasasti yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara ini menampilkan bentuk ukiran tapak kaki gajah yang diperkirakan merupakan tunggangan Raja Purnawarman.

Lokasi

Prasasti Kebon Kopi I terletak di Kampung Muara yang termasuk wilayah Desa Ciaruteun Ilir. Prasasti Ini pertama kali ditemukan pada abad ke 19 yakni saat dilakukan penebangan hutan untuk lahan perkebunan kopi Oleh sebab itu dinamailah prasasti ini dengan Prasasti Kebon Kopi I. Lokasi dari Prasasti ini merupakan kawasan dari pertemuan tiga sungai yaitu sungai Cisadane di bagian timur, sungai Cianten di bagian Barat, serta Sungai Ciaruteun di bagian Selatan dan juga Sungai Cianten yang bertemu dengan Sungai Cisadane di bagian utara. Lokasi ini memiliki jarak kurang lebih 19 km ke arah barat barat laut dari pusat Kota Bogor yang menuju arah Ciampea.

Bahan Pembuat

Untuk bahan pembuat dari Prasasti ini, Prasasti Kebon Kopi I dipahatkan pada batu datar dibagian atasnya yang berasal dari bahan andesit berwarna kecoklatan yang memiliki tinggi 62 cm dengan lebar 104 cm serta 164 cm. Pada permukaan batu dipahatkan bentuk sepasang telapak kaki gajah yang mengapit sebaris tulisan dengan huruf pallawa serta bahasa yang digunakan menggunakan bahasa sanskerta.

7. Prasasti Kebon Kopi II

Selain Prasasti Kebon Kopi I Kerajaan Tarumanegara juga meninggalkan peninggalan sejarahnya berupa Prasasti Kebon Kopi II akan tetapi prasasti ini telah hilang dicuri pada tahun 1940-an. Menurut pakar F.D.K Bosch yang sempat meneliti prasasti ini, prasasti kebon kopi II ditulis dalam bahasa melayu kuno yang isinya menyatakan “ Raja sunda menduduki kembali tahtanya”.

Lokasi penemuan

Prasasti Kebon Kopi II ditemukan tidak jauh dari Prasasti Kebon Kopi I dengan jarak kira-kira 1 km. Prasasti ini ditemukan di Kampung Pasir Muara yang lebih tepatnya di desa Ciaruteun Ilir yakni pada abad ke 19.

8. Prasasti Pasir Awi

Sumber: bogoronline.com

Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang terakhir adalah prasasti pasir Awi. Prasasti ini ditemukan pertama kalinya pada tahun 1864 oleh N.W. Hoepermans. Prasasti ini terletak di lereng Selatan bukit pasir Awi dengan ketinggian kurang lebih 559 mdpl, yakni di kawasan hutan perbukitan cipamingkis. Untuk lebih tepatnya lokasi dari Prasasti pasir Awi ini berada di titik koordinat °10’37,29” BB dari Jakarta serta 6°32’27,57”.

Bahan Pembuat

Prasasti Awi pasir Awi sendiri berpahatkan gambar dahan dengan ranting serta dedaunan dan juga buah-buahan serta berpahatkan gambar sepasang telapak kaki yang dipahatkan pada batu alam.

Nah, itulah informasi tentang 8 Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang Melegenda. Kita sebagai rakyat indonesia sudah seharusnya lebih mengenal peninggalan-peningalan sejarah dari bangsa kita, karena itu adalah aset berharga yang tak ternilai serta harus kita jaga kelestariannya. Dengan membaca informasi diatas penulis mengharapkan agar kita bisa lebih mencintai bangsa ini terutama terhadap peninggalan-peninggalan sejarahnya.

Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar