5 Peninggalan Kesultanan Ternate Yang Bersejarah Lengkap Dengan Penjelasan

Peninggalan Kesultanan Ternate - Kesultanan Ternate atau dikenal juga dengan kerajaan gapi merupakan salah satu bagian dari empat kerajaan Islam di kepulauan Maluku. Kesultanan ini dibangun pada tahun 1257 oleh Baab Mashur Malamo. Kesultanan ternate memiliki fungsi serta peran yang sangat penting di bagian Timur Nusantara diantara abad 13 sampai abad ke 19.

Kesultanan ini pernah mencapai puncak kejayaan di paruh abad ke 16 berkat adanya kekuatan militer serta perdagangan rempah-rempahnya. Saat masa jayanya kesultanan ini menguasai daerah yg relatif luas diantaranya daerah Maluku, Sulawesi bagian utara, tengah & pula timur. Selain di daerah Nusantara kesultanan ini menguasai daerah luar Nusantara seperti kepulauan Filipina bagian Selatan sampai kepulauan Marshall yang ada di Pasifik.

Belum masih ada sumber yang valid tentang kapan pastinya atau awal kedatangan Islam di Maluku Utara khususnya daerah Ternate. Akan tetapi, diprediksi sejak awal berdirinya kerajaan ini rakyat Ternate sudah banyak yang mengenal ajaran Islam. Hal ini disimpulkan karena banyak pedagang Arab yang bermukim pada Ternate saat itu. Hanya bisa dipastikan bahwasanya keluarga menurut kerajaan Ternate resmi memeluk Islam sepenuhnya pada abad 15 pertengahan.

Mempelajari kisah kerajaan-kerajaan terdahulu memang sangat mengasyikan, selain menambah wawasan jua menaruh imajinasi seolah-olah kita berada pada masa kerajaan tadi. Selain kisahnya yg menarik, tentunya peninggalan-peninggalan kerajaan tadi juga sangat menarik buat kita pelajari.

Untuk itu, Abang Nji akan memberi infomasi kepada sahabat sekalian tentang peninggalan kerajan Islam terdahulu yakni 5 Peninggalan Kesultanan Ternate Yang Bersejarah Lengkap Dengan Penjelasan.

1. Masjid Jami' Sultan Ternate

Sumber: @travendom via Instagram

Masjid Jami Kesultanan ternate terletak pada kel. Soa Sio, kec. Ternate Utara, kota Ternate, prov. Maluku Utara lebih tepatnya di tempat jalan sultan Khairun. Masjid ini diprediksi dirintis pertama kali sang sultan Zainal Abidin, akan tetapi ada pula pendapat yang menyatakan bahwa bangunan masjid ini baru dilakukan pembangunan dalam awal abad 17 ketika sultan Saidi Barakati berkuasa.

Hingga ketika ini, tidak ditemukan data yg valid kapan pertama kali masjid ini dibangun. Walaupun demikian sejarah menampakan bahwa kesultanan Ternate sudah mengalami masa kejayaan baik pada bidang ekonomi, militer juga agama. Perjuangan sultan Khairun dalam 1534 hingga 1570 yang lalu dilanjutkan sultan Baabullah pada 1570-1583 dalam melawan pasukan Portugis.

Dengan adanya warta dalam atas pendapat yang menyatakan bahwa masjid Jami' Sultan Ternate baru dibangun awal abad 17 termasuk pendapat yg lemah. Seperti biasanya masjid kesultanan Islam yg dibangun pada dekat istana, begitu pula masjid ini. Masjid ini berjarak hanya 100 meter dari sebelah tenggara kedaton dikarenakan ritual-ritual jua tradisi-tradisi berpusat pada masjid ini.

Masjid ini mempunyai arsitektur yg spesial dimana memiliki atap bersusun tujuh menggunakan luas masjid 22,40 x 39,30 meter serta tinggi yang mencapai 21,74 meter. Masjid ini mempunyai 4 tiang primer

2. Makam Sultan Baabullah (10 Februari 1528-Awal 1583)

Sumber: kebudayaan.kemendikbud.go.id

Sultan Baabullah merupakan sultan sekaligus penguasa kesultanan Ternate yang ke 24, dimana beliau berkuasa antara tahun 1570 hingga 1583. beliau merupakan sultan Ternate yang yang terkenal dalam sejarah dikarenakan saat kepemimpinannya mampu mengusir Portugis dan mengantarkan ternate pada puncak kejayaan yaitu di akhir abad 16.

Beliau juga dijuluki dengan penguasa 72 pulau dimana kekuasaannya meliputi pulau-pulau di Nusantara bagian Timur, Mindanao bagian Selatan serta kepulauan Marshall. Nama sultan Baabullah juga diabadikan sebagai nama bandara yang ada di Ternate dikarekan beliau sultan pertama yang mampu membakar semangat masyarakat untuk melawan penjajah asing yang ingin menguasai Ternate.

Sultan Baabullah dimakamkan di puncak bukit Foramadiahi yakni kampung tertua dan tertinggi di wilayah Ternate. Makamnya persis terletak di bawah pohon Momo yang ukuran diameternya 3 kali pelukan orang dewasa. Untuk mencapai makam beliau, seseorang harus mendaki gunung Gamala dengan jarak sejauh 1 km, cukup melelahkan tentunya.

3. Benteng Tolukko

Sumber: @pelangiternate via Instagram

Seperti banyaknya benteng yang ada di Ternate, awal mulanya benteng ini dibangun oleh Portugis yang saat itu hampir menguasai seluruh aktivitas perdagangan rempah-rempah di Ternate pada abad 16. Awal mulanya, benteng ini bernama Santo Lucas yang dibangun oleh panglima tentara portugis yang bernama Fransisco Serraow pada tahun. Tujuan panglima tersebut membangun benteng adalah sebagai pusat penyimpanan rempah-rempah sekaligus sebagai tempat pertahanan.

Saat Portugis berhasil diusir saat kepemimpinan sultan Baabullah pada tahun 1575 kemudian Belanda datang dan mengambil alih kembali benteng ini. Pada tahun 1610 benteng ini kemudian diperbaiki oleh Pieter Both yang kemudian mengganti nama benteng ini menjadi benteng Holandia. Kemudian, saat benteng jatuh kembali ke tangan kesultanan Ternate, benteng ini akhirnya diberi nama benteng Tolukko yang berdasarkan beberapa catatan sejarah mengambil dari nama penguasa Ternate yaitu Kaicil Tolukko.

Benteng ini terletak di kel. Sangadji, kec. Ternate Utara, kota Ternate. prov Maluku Utara. Posisi benteng Tolukko begitu strategis dikarenakan dekat dengan wilayah perairan serta berada di puncak bukit yang cukup tinggi menjadi tempat yang sangat sempurna dalam mengawasi gerak-gerik lawan yakni istana Kesultanan Ternate.

Arsitektur Bangunan

Benteng Tolukko didirikan dengan pondasi berupa batuan beku. Untuk bahan dasar bangunan sendiri terdiri dari campuran batu karang, batu kali, serta pecahan batu bata yang direkatkan menggunakan campuran pasir dan kapur. Benteng terbentuk dari 3 buah bastion, halaman dalam, ruang bawah tanah, lorong dan juga bangunan utamanya yang memiliki bentuk segi empat.

4. Istana Kesultanan Ternate

Kesultanan Ternate sendiri mempunyai peran yang sangat penting di daerah timur Nusantara dari abad 13 hingga abad 17, dengan puncak kejayaan pada abad ke 16. Pada 7 Desember 1976, istana kesultanan Ternate sendiri dijadikan sebagai salah satu cagar budaya dikarenakan kesepakatan antara ahli waris kesultanan Ternate yang dipimpin oleh sultan muda Mudzafar Syah dengan Pemerintah Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Istana ini memiliki pagar dengan ketinggian melebihi 3 meter yang bentuknya menyerupai benteng. Di dalam lingkungan istana terdapat komplek makam pendahulu kesultanan serta makam para raja dan keluarga kesultanan Ternate. Selain luar istana yang menggambarkan kemewahan, di dalam istana juga tidak kalah indahnya dimana terdapat desain interior yang penuh berhiaskan emas.

Sumber: @arui02023 via Instagram

Selain itu, di ruang kamar juga terdapat perhiasan emas, mahkota, giwang, cincin yang semuanya terbuat dari emas. Dengan adanya peninggalan-peninggaln berupa benda di atas semakin meyakinkan kita bahwa kesultanan ini benar-benar pernah mengalami puncak kejayaan. Di dalam istana juga terdapat benda-benda pusaka peninggalan sultan berupa senapan, topi perang, alat rumah tangga, pakaian kerajaan serta naskah-naskah kuno yang kental akan kisah sejarah.

5. Benteng Kalamata

Sumber: @detikcom via Instagram

Sama seperti halnya benteng Tolukko yang dibangun oleh Portugis begitu pula dengan benteng Kalamatta ini. Benteng ini didirikan pada masa yang sama dengan benteng Tolukko/Santo Lucas yakni pada tahun 1540 oleh Antonio Pegaveta. Setelah lepas dari kekuasaan Portugis, kemudian benteng ini dikuasai oleh Belanda dan sempat dilakukan pemugaran oleh Pieter Both pada tahun 1609.

Tujuan dari pembuatan benteng ini tidak lain adalah sebagai pertahanan dalam memperluas kekuasaan portugis di Ternate. Benteng ini terletak di garis pantai pesisir laut dan menjadikan fungsi benteng ini juga sebagai pos perdagangan. Wajar saja demikian, dikarenakan Maluku Utara khususnya kerajaan Ternate menjadi incaran dunia karena kekayaan hasil rempahnya.

Setelah akhirnya dikuasai oleh kesultanan Ternate benteng ini diganti namanya menjadi benteng Kalamata. Pemberian nama Kalamata berdasarkan sejarah diambil dari nama pangeran Kalamata yakni adik dari sultan Ternate ke 31 yaitu sultan Mandar Syah. Benteng ini sendiri memiliki bentuk poligon dengan ketinggian 3 meter dan ketebalan tembok hanya 60 cm.

Itulah informasi berupa artikel yang berjudul 5 Peninggalan Kesultanan Ternate Yang Bersejarah Lengkap Dengan Penjelasan yang dapat Abang Nji sampaikan kepada sahabat sekalian. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan kecintaan kita terhadap peninggalan-peninggalan sejarah bangsa ini.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar