13 Peninggalan Kerajaan Islam Demak Paling Bersejarah Lengkap Beserta Penjelasan

Peninggalan Kerajaan Demak - Kerajaan Demak atau kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama didirikan dan terbesar di Utara Jawa. Berdasarkan tradisi Jawa, kerajaan Demak sebelumnya adalah kadipaten dari pada kerajaan Majapahi yang kemudian hadir sebagai kekuatan baru yang melegitimasi kebesaran dari kerajaan Majapahit.

Kerajaan Demak sendiri dapat dikatakan sebagai pelopor penyebaran agama Islam di Indonesia khususnya pulau Jawa. Kerajaan ini tidak berumur panjang dan mengalami kemunduran akibat perebutan kekuasaan antara keluarga kerajaan. Kemudian, pada tahun 1560 kekuasaan Demak beralih kepada kerajaan Pajang yang dibentuk oleh Jaka Tingkir atau dikenal juga dengan Hadiwijaya.

Salah satu peninggalan paling bersejarah dari kerajaan ini yakni adanya masjid agung Demak, yang berdasarkan sejarah dibangun oleh Raden Patah dan Wali Songo. Walaupun kerajaan ini memiliki umur yang singkat, akan tetapi peninggalan sejarah dari kerajaan ini cukup banyak dan bahkan eksis serta dikenal oleh masyarakat hingga saat ini.

Untuk itu, Abang Nji akan memberikan informasi kepada sahabat sekalian tentang 13 Peninggalan Kerajaan Islam Demak Paling Bersejarah.

1. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua yang berada di Indonesia. Masjid ini berlokasi di kel. Bintoro, kec. Demak, kab. Demak, Jawa Tengah yang lebih tepatnya di kampung Kauman. Masjid ini dipercaya menjadi tempat bertemu dan berkumpulnya para wali yang dikenal dengan wali Songo. Masjid ini diperkirakan didirikan oleh raja pertama kesultanan Demak yaitu Raden Patah bersama Wali Songo pada kisaran abad ke 15 M.

Arsitektur Masjid

Masjid ini memiliki bangunan-bangunan induk dan juga serambi. Bangunan induk sendiri mempunyai 4 tiang utama yang disebut dengan Saka Guru. Perlu diketahui, bahwa salah satu tiang utama tersebut konon katanya berasal dari serpihan kayu sehingga dinamai dengan Saka Tatal.Untuk bangunan serambi adalah bangunan yang terbuka, dimana atapnya memiliki bentuk limas yang disanggah atau ditopang dengan delapan tiang yang dinamai dengan saka Majapahit.

Atap limas masjid sendiri terdiri dari 3 bagian yang memiliki makna dimana 1 bermakna Iman, 2 bermakna Islam dan 3 bermakna Ihsan. Di dalam lokasi kompleks masjid Agung demak ini juga terdapat beberapa makam raja-raja Demak yang diantaranya yaitu Sultan Fattah yang merupakan raja pertama dari kerajaan Demak. Selain itu, juga terdapat museum Masjid Agung Demak yang di dalamnya berisi tentang riwayat masjid Agung Demak.

2. Soko Guru

Sumber: @jokoparwata via Instagram

Wali Songo mendirikan masjid Demak dengan 4 tiang utama yang familiar dengan sebutan Soko Guru. Soko Guru di masjid Demak tersebut adalah tiang utama berbahan dasar kayu Jati yang memiliki fungsi dalam menyangga atau menahan kerangka dan juga atap masjid Demak. Terdapat 4 Soko Guru yang masing-masing memiliki ketinggian 16 Meter dan berdiameter mencapai 1 meter.

Berdasarkan cerita dari masyarakat sekitar masjid bahwa dulunya ada 4 wali Songo yang bertugas dalam mencari tiang utama yakni sunan Gunung Jati, sunan Bonang, sunan Ampel dan sunan Kalijaga. Saat tiang sudah dibuat terdapat satu tiang yang tingginya tidak sesuai, sehingga untuk mencapai tinggi yang sama tiang yang kurang kemudian disambung dengan serpihan kayu yang kemudian dikenal dengan nama Soko Tatal.

Saat ini, keempat Soko Guru yang ada di dalam masjid Demak sudah tidak sepenuhnya asli dari peninggalan terdahulu. Kayu-kayu jati yang mulai rapuh dipotong serta digantikan dengan kayu yang masih baru dan kuat. Sehingga dapat dikatakan beberapa bagian masih asli dan sebagian lainnya yang mulai rapuh diletakan di dalam museum masjid Agung Demak.

3. Piring Campa

Sumber: kerisku.id

Piring Campa adalah peninggalan kerajaan Demak yang berasal dari pemberian seorang putri yang merupakan ibu dari Raden Patah yakni raja pertama dari kerajaan Demak. Pemberian tersebut berjumlah 65 buah piring yang sebagian ditempelkan pada tempat imam masjid dan sebagian lagi dijadikan sebagai hiasan dinding masjid Agung Demak.

4. Situs Kolam Wudlu

Sumber: @dhuwananx via Instagram

Situs Kolam Wudlu ini adalah tempat berwudhu pertama kali yang dibuat setelah dibangunnya kerajaan Agung Demak. Situs ini terletak di bagian depan masjid yang bertujuan untuk mempermudah para wali serta jamaah yang akan memasuki masjid agar membiasakan wudhu terlebih dahulu.

Kolam wudhu sendiri memiliki luas sekitar 75 meter persegi dengan kedalam air sekitar 3 meter. Saat ini situs ini tidak lagi digunakan sebagai tempat untuk berwudhu karena dijadikan situs bersejarah yang diberi keliling berupa pagar besi.

5. Dampar Kencana

Dampar Kencana adalah tempat duduk atau singgasana untuk para sultan Demak yang kemudian dialih fungsikan menjadi mimbar khutbah di dalam masjid Agung Demak. Akan tetapi, saat ini mimbar tidak lagi digunakan melainkan disimpan di dalam museum masjid Agung Demak agar terhindar dari kerusakan dan tetap terawat sebagai salah satu peninggalan kerajaan Demak paling bersejarah.

6. Bedug dan Kentongan Demak

Sumber: coretantakberujung.blogspot.com

Bedug dan Kentongan yang berada di masjid Agung Demak juga termasuk ke dalam peninggalan kerajaan Demak paling bersejarah dan tidak boleh dianggap remeh apalagi dilupakan. Pada masa silam alat ini dipergunakan untuk memanggil masyarakat sekitar agar segera datang ke masjid untuk melaksanakan sholat 5 waktu, karena pada zaman dahulu tidak ada pengeras suara azan seperti sekarang.

Kentongan memiliki bentuk yang mirip tapal kuda dan memiliki makna yang mendalam. Dibuat menyerupai tapal kuda agar masyarakat sekitar segera atau bergegas datang untuk melaksanakan sholat 5 waktu seperti cepatnya orang dalam berkuda.

7. Pintu Bledeg/Petir

Sumber: sejarahkerajaandemaklengkap.blogspot.com

Pintu Bledeg adalah peninggalan bersejarah dari kerajaan Demak yang cukup unik dari kisah pembuatannya bahkan terasa di luar nalar, akan tetapi kisah ini telah populer di kalangan masyarakat sekitar masjid Agung Demak. Dikisahkan bahwa pintu Bledeg yang disebut juga pintu Petir ini dibuat oleh Ki Agung Selo yakni pada tahun 1466. Pintu ini merupakan pintu utama dari masjid Agung Demak.

Berdasarkan kisah yang beredar di kalangan masyarakat pemberian nama pintu Bledeg ini dikarenakan Ki Ageng Selo membuatnya dengan kekuatan spiritualnya berbentuk petir yang menyambar. Saat ini, pintu Bledeg tidak digunakan lagi sebagai pintu masjid dikarenakan kondisinya yang sudah tua dan lapuk dimakan usia. Saat ini pintu ini dijadikan sebagai salah satu peninggalan bersejarah kerajaan Demak dan disimpan rapi di dalam masjid Agung Demak.

8. Maksurah

Maksurah merupakan dinding yang dihiasi dengan ukiran kaligrafi tulisan Arab pada dinding masjid Agung Demak. Maksurah dibuat pertama kali pada tahun 1866 Masehi pada masa kekuasaan Aryo Purbaningrat yang saat itu merupakan adipati kerajaan Demak. Adapun isi atau kandungan dari Maksurah ini adalah tentang ke Esa-an Allah Subhanahu wa ta'ala.

9. Serambi Majapahit

Sumber: srikayaku.wordpress.com

Serambi Majapahit juga termasuk ke dalam peninggalan sejarah kerajaan Demak. Serambi ini memiliki luas 31 x15 meter persegi dan berlantaikan teraso ukuran 30 x30 cm dengan delapan pilar penyangga yang memiliki gaya ukiran khas kerajaan Majapahit. Karena hal itulah serambi ini disebut sebagai serambi Majapahit.

Perlu kita ketahui, bahwa sebagian kalangan berpendapat bahwa tiang-tiang serambi ini adalah hadiah dari raja Majapahit Prabu Brawijaya V kepada Raden Patah yang merupakan anak kandungnya dari istrinya yang bernama putri Campa.

Selain itu, juga ada pendapat yang menyatakan bahwa tiang-tiang tersebut bukanlah sebagai bentuk hadiah, tetapi bagian rampasan perang. Hal ini diperkuat karena prabu Brawijaya pernah dikudeta oleh Girindrawardana yang mengangkat dirinya sendiri sebagai raja Majapahit ke 12.

Raden Patah yang memiliki kedudukan sebagai seorang sultan Demak yang merupakan anak dari Prabu Brawijaya  tidak terima ayahnya dikudeta, akhirnya melakukan penyerangan ke Majapahit untuk merebut kembali tahta ayahnya dari Girindrawardana. Sampai saat ini, ukiran serta kayu kayu di serambi tersebut masih asli dan terawat.

10. Makam Sunan Kalijaga

Sumber: situsbudaya.id

Sunan Kalijaga atau orang jawa memanggilnya dengan nama Sunan Kalijogo merupakan salah satu wali Songo yang mempunyai peran yang sangat besar dalam mendakwahkan agama Islam di Indonesia khususnya pulau Jawa.

Kepandaian sunan Kalijaga dalam menyebarkan Islam dikenal dengan cara-cara yang unik membuat ia mudah dalam menarik simpati masyarakat saat itu. Beliau dikenal melakukan dakwah dengan pendekatan seni dan budaya diantaranya menggunakan seni ukir, seni wayang, gamelan serta perangkat budaya lain yang menunjang beliau dalam berdakwah.

Sunan kalijaga wafat pada tahun 1520 dan dimakamkan di kab. Demak, Jawa Tengah atau lebih tepatnya di desa Kadilangu.

11. Mihrab

Mihrab merupakan  tempat yang dipakai untuk imam pada masa kerajaan Demak. Di dalam mihrab terdapat gambar hewan Bulus. Dimaana hewan Bulus ini memiliki filosofi yakni kepala Bulus berjumlah 1, kaki Bulus berjumlah 4, badan Bulus sama dengan 0 dan ekor Bulus berjumlah 1 yaitu sebuah candra Sengkala yang bunyinya Sarira Sunyi Kiblating Gusti memiliki makna angka 1401 tahun saka yaitu tahun dibangunnya masjid Agung Demak.

Dengan adanya hal di atas membuktikan bahwa, pada masa pemerintahan kerajaan Demak telah terjadinya proses akulturasi antara kebudayaan Jawa dan Islam.

12. Pawestren

Pawestren adalah bangunan tempat sholat berjamaah khusus bagi kaum perempuan. Bangunan ini dibangun menggunakan bahan berupa kayu jati, dimana bentuk atap limasan berupa Sirap (genteng dari kayu) kayu jati.

Bangunan ini sendiri di topang atau memiliki sanggahan berupa 8 tiang penyangga dimana 4 diantaranya berukirkan hiasan motif Majapahit. Bangunan ini memiliki luas lantai yang berukuran 15 x 7,30 meter dengan arah membujur ke kiblat.

Pendiri bangunan ini adalah Arya Purbaningrat, yang dibangun pada tahun 1866 Masehi ketika dirinya menjabat sebagai adipati Demak.

13. Pemakaman Kesultanan Demak

Sumber: @nurhayati_himati2001 via Instagram

Kompleks makam kesultanan Demak terletak di bagian belakang masjid Agung Demak. Di makam ini terdapat makam sultan Demak I raden Patah,  sultan Demak II raden pati Unus dan  sultan Demak III raden Trenggono.

Tidak berbeda jauh dengan pemakaman kesultanan lainnya dimana makam para raja berdampingan dengan makam Ulama. Kompleks pemakaman ini juga terdapat makam Syekh Maulana Maghribi yang merupakan sunan pertama dan paling senior diantara para wali lainnya yang jauh ada sebelum para wali Songo. Beliau berasal dari daerah Maroko di benua Afrika bagian Utara. Dan karena jasanya lah dipercaya kerajaan Demak ini dapat berdiri.

Itulah informasi seputar 13 Peninggalan Kerajaan Islam Demak Paling Bersejarah yang dapat Abang Nji informasikan kepada sahabat sekalian. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan bagi sahabat sekalian.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar