13 Hewan Endemik Pulau Papua Yang Jarang Diketahui

Sumber: pixabay.Com

1. Nuri Sayap Hitam (Selengkapnya)

Nuri sayap hitam yg jua dikenal memakai nama Nuri merah-biak merupakan burung yg mempunyai nama ilmiah Eos cyanogenia. Hewan ini termasuk Endemik di pulau Papua, Nuri Sayap-hitam sendiri cuma bisa ditemukan dalam tempat berasal aslinya yakni dalam hutan di pesisir pulau Biak dan pulau-pulau pada Teluk Cenderawasih, Papua.

Status perlindungan : Rentan (Vurnerable)

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:  Animalia

Filum:       Chordata

Kelas:       Aves

Ordo:        Psittaciformes

Famili:      Psittacidae

Genus:     Eos

Spesies:E. cyanogenia

2. Kura-Kura Reimani (Selengkapnya)

Sumber: @jerryfakdawer via Instagram

Kura-kura Reimani yang memiliki nama latin Chelodina reimanni merupakan suatu spesies kura-kura yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae. Spesies ini dapat kita ditemukan di negara Indonesia dan termasuk juga Papua Nugini. Keberadaan daripada kura-kura reimani sendiri (Chelodina reimanni) saat ini sudah cukup sulit untuk didapati dan kita temui di alam liar.

Status Konservasi : Near Threatened (Mendekati Terancam Punah)

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:   Animalia

Filum:        Chordata

Kelas:        Sauropsida

Ordo:         Testudines

Famili:       Cheloniidae

Genus:      Chelonida

Spesies:Chelodina reimanni

3. Burung Cendrawasih Merah (Selengkapnya)

Sumber: @thebirdingsquad via Instagram

Cenderawasih Merah yang memiliki nama latin Paradisaea rubra ini merupakan spesies burung Cenderawasih yang memiliki ukuran sedang yang panjang tubuhnya kurang lebih 33 cm (tidak termasuk bulu-bulu hiasan), dan termasuk ke dalam kelompok marga Paradisaea. Burung ini memiliki perpaduan warna kuning dan juga coklat, yang dimana paruhnya juga berwarna kuning.

Status konservasi : Near Threatened

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:    Animalia

Filum:         Chordata

Kelas:         Aves

Ordo:          Passeriformes

Famili:        Paradisaeidae

Genus:       Paradisaea

Spesies:P. rubra

4. Kasuari Gelambir Tunggal (Selengkapnya)

Sumber: @suryantoraptor via Instagram

Burung Kasuari Gelambir Tunggal yang memiliki nama latin Casuarius unappendiculatus adalah sejenis burung yang memiliki ukuran tubuh yang besar dan tidak memiliki kemampuan terbang seperti umumnya burung serta berasal dari daerah utara Pulau Papua.

Hewan ini tersebar dan juga endemik di wilayah rawa pesisir, hutan hujan dataran rendah di Papua utara, Salawati Pulau Yapen dan juga Batanta. Hewan ini hidup dan tinggal dibawah ketinggian 490 m atau 1610 kaki.

Status Konservasi : Least Concern (resiko rendah)

Klasifikasi Imiah

Kingdom:    Animalia

Phylum:      Chordata

Class:         Aves

Order:         Casuariiformes

Family:       Casuariidae

Genus:       Casuarius

Species:C. unappendiculatus

5. Burung Mambruk Victoria (Selengkapnya)

Mambruk Victoria yakni spesies yang memiliki nama ilmiahGoura victoriaini merupakan spesies burung yang tergolong dalam suku burung Columbidae. Mambruk Victoria merupakan satu diantara dari tiga burung dara mahkota dan juga mendapatkan predikat sebagai spesies paling besar diantara jenis-jenis burung merpati lainnya.

Status konservasi : Near threatened

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:   Animalia

Filum:        Chordata

Kelas:        Aves

Ordo:         Columbiformes

Famili:       Columbidae

Genus:      Goura

Spesies: G. victoria

6. Kasuari Kerdil (Selengkapnya)

Sumber: @rookiekeeper via Instagram

Kasuari kerdil yang memiliki nama ilmiah Casuarius bennetti atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Dwarf Cassowary merupakan spesies burung kasuari paling kecil yang banyak ditemukan atau dijumpai di pulau Papua, Papua Nugini, pulau Seram, pulau Yapen, dan juga New Britania.

Meskipun burung ini yang paling kecil diantara burung-burung kasuari lainnya, akan tetapi kasuari kerdil mempunyai tinggi hingga mencapai 1 meter lebih, sehingga burung kasuari ini masih tergolong ke dalam burung yang berukuran raksasa.

Status Konservasi : Near Threatened

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:  Animalia

Filum:       Chordata

Kelas:       Aves

Ordo:        Struthioniformes

Famili:      Casuariidae

Genus:     Casuarius

Spesies: C. bennetti

7. Cendrawasih Mati Kawat (Selengkapnya)

Sumber: @ksvburung via Instagram

Cendrawasih adalah burung ciri khas Papua, burung ini adalah sekelompok spesies burung yang digolongkan dalam famili Paradisaeidae. Satu diantara jenis cendrawasih yang memiliki keindahan layaknya burung surga yakni cendrawasih mati kawat, dimana sejumlah orang mengenal dan menyebutnya dengan nama cendrawasih 12 kawat. Burung ini merupakan maskot dari provinsi Papua.

Status Konservasi : Beresiko Rendah (Least Concern)

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:  Animalia

Filum:       Chordata

Kelas:       Aves

Ordo:        Passeriformes

Famili:      Paradisaeidae

Genus:     Seleucidis

Spesies:  S. melanoleucus

8. Kanguru Pohon Mantel Emas (Selengkapnya)

Sumber: biodiversitywarriors.org

Kanguru pohon mantel emas pertama kali ditemukan pada tahun 1990 oleh Pavel German di Gunung Sapau, Pegunungan Torricelli di Papua New Guinea. Populasi yang lain ditemukan di wilayah terpencil di Pegunungan Foja, propinsi Papua, Indonesia pada bulan Desember 2005. Spesies ini adalah jenis mamalia besar baru bagi Indonesia.

Status Konservasi : Critically Endangered (Kritis)

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:    Animalia

Filum:         Chordata

Kelas:         Mammalia

Infrakelas:  Marsupialia

Ordo:          Diprotodontia

Famili:        Macropodidae

Genus:       Dendrolagus

Spesies: D. pulcherrimus

9. Hiu Karpet Berbintik (Selengkapnya)

Sumber: @michaels_bubbles via Instagram

Hiu karpet berbintik merupakan hewan endemik asal Indonesia khusunya Papua yang memiliki nama ilmiah Hemiscyllium freycineti. Hewah khas asal Indonesia ini termasuk dalam golongan suku Hemiscylliidae dengan genus Hemiscyllium.

Hiu karpet berbintik termasuk ke dalam golongan hewan Vertebrata (bertulang belakang). Hiu karpet berbintik, hanya dapat ditemukan di Papua lebih tepatnya di perairan Kepulauan Raja Ampat. Hiu karpet berbintik pertama kali ditemukan pada tahun 2003.

Status Konsevasi : Near Threatened

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:   Animalia

Filum:        Chordata

Kelas:        Chondrichthyes

Ordo:         Orectolobiformes

Famili:       Hemiscylliidae

Genus:      Hemiscyllium

Spesies:H. freycineti

10. Labi-labi Moncong Babi (Selengkapnya)

Sumber: @amargaito via Instagram

Labi-labi moncong babi yang memiliki nama ilmiah Carettochelys insculpta merupakan satu-satunya jenis labi-labi yang masih terjaga keberadaanya yang merupakan bagian dari anggota keluarga Caretochelidae.

Hewan yang merupakan endemik Papua ini, ditaksir populasinya di alam bebas sangatlah terancam lantaran sebagai hewan peliharaan yang disukai banyak orang dan juga seringkali diselundupkan ke luar negeri seperti negara Cina dan Taiwan  buat dikonsumsi menjadi obat. Labi-labi ini hidup di beberapa sungai di wilayah selatan Papua serta di sejumlah tempat di Queensland utara.

Status Konservasi : Endangered (terancam)

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:    Animalia

Filum:         Chordata

Kelas:         Sauropsida

Ordo:          Testudines `

Famili:        Carettochelyidae

Genus:       Carettochelys

Spesies:C. insculpta

11. Kanguru Pohon Mbaiso (Selengkapnya)

Sumber: @speciesaday via Instagram

Dingiso atau kanguru pohon mbaiso yang memiliki nama ilmiah Dendrolagus mbaiso merupakan spesies dari kanguru pohon endemik di Pulau Papua, di timur laut Indonesia. Di Papua sendiri spesies ini memiliki julukan yakni mbaiso yang bermakna binatang terlarang.

Dingiso merupakan hewan herbivora yang makanannya terdiri dari daun dan juga buah-buahan. Habitat Dingiso terletak di sekitar lokasi Pegunungan Tengah dekat Puncak Carstensz. Persisnya berada pada ketinggian kurang lebih 4.000 MDPL dan juga tidak pernah turun dari habitatnya tersebut.

Status Konservasi : Terancam (Endangered)

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:     Animalia

Filum:          Chordata

Kelas:          Mammalia

Infrakelas:   Marsupialia

Ordo:           Diprotodontia

Famili:         Macropodidae

Genus:        Dendrolagus

Spesies:   D. mbaiso

12. Naikmanung Andimbo (Selengkapnya)

Sumber: prehistorico.fandom.com

Beberapa peneliti Amerika Serikat dan juga Indonesia, beberapa waktu terakhir menemukan spesies tikus raksasa jenis baru di hutan hujan pegunungan Foja, Papua Timur. Tikus ini benar-benar unik lantaran memiliki bobot tubuh 1,4 kg atau lima kali lebih berat daripada tikus kota umumnya. Tikus besar ini disebut Mallomys.

Status Konservasi : Endangered (terancam)

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:    Animalia

Filum:         Chordata

Kelas:         Mammalia

Ordo:          Rodentia

Famili:        Muridae

Genus:       Mallomys

Spesies:  M. gunung

13. Ikan Pelangi Merah (Selengkapnya)

Sumber: @aquarismo.global via Instagram

Ikan pelangi merah yang memiliki nama ilmiah Glossolepis incisus ini merupakan ikan air tawar yang hidup endemik di Danau Sentani, Papua. Di luar negeri sendiri, ikan ini dijuluki dengan sebutan Red rainbowfish, Salmon red rainbowfish maupun Irian Jaya rainbowfish.

Ikan ini telah cukup populer di benua Eropa guna dijadikan ikan hias pada akuarium baik untuk pribadi maupun ditampilkan pada pameran-pameran tertentu. Ikan Pelangi Merah ini untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh seorang peneliti bernama Max Weber yang melaksanakan ekspedisi di Papua Barat diantara tahun 1890 sampai 1900 M.

Status konservasi : Vulnerable (Rentan)

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom:    Animalia

Filum:         Chordata

Kelas:         Actinopterygii

Ordo:          Atheriniformes

Famili:        Melanotaeniidae

Genus:       Glossolepis

Spesies:G. incisus

Tidak ada komentar