12 Satwa Endemik Kalimantan yang Mengagumkan

Satwa Endemik Kalimantan - Endemik adalah suatu gejala yang dialami oleh suatu organisme tertentu untuk menjadi unik pada suatu lokasi geografis tertentu seperti negara pulau ataupun Zona Ekonomi tertentu. Suatu spesies dapat dikatakan endemik apabila hanya ditemukan di suatu tempat tertentu dan tidak ditemukan di tempat lain atau belahan bumi lainnya.

Saat ini sangat jarang sekali orang yg mengenal akan satwa endemik wilayahnya masing-masing. Hal inilah yg membuat orang-orang tidak peduli akan pentingnya satwa endemik yg adalah karakteristik khas menurut daerahnya tersebut. Oleh karenanya disini saya menginformasikan pada anda tentang Satwa Endemik yg ada di Kalimantan , Semoga menggunakan apa yg aku sampaikan pada artikel ini menciptakan kita lebih sadar dan menghargai kekayaan keanekaragaman wilayah kita sendiri. Berikut 12 Satwa Endemik Kalimantan yg Mengagumkan.

1. Orangutan Kalimantan

Sumber: mykomms.com

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom               : Animalia

Filum                   : Chordata

Kelas                   : Mammalia

Ordo                    : Primata

Famili                  : Hominidae

Genus                  : Pongo

Spesies                :Pongo pygmaeus

Ciri-Ciri: orangutan Kalimantan adalah orang utan yang memiliki tubuh yg gemuk dan besar berleher akbar & lengan yg panjang

Orangutan memiliki indra yang sama seperti manusia yakni penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecap serta peraba. Umumnya orangutan jantan memiliki berat sekitar 50 sampai 30 kg sedangkan pada orangutan betina beratnya berkisar 30 sampai 50 kg. Telapak kaki orang utan mempunyai susunan jari yang sangat mirip dengan manusia dan juga telapak tangan mereka mempunyai 4 jari-jari yang panjang ditambah dengan 1 ibu jari.

2. Bekantan

Sumber: kopi-ireng.com

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom               : Animalia

Filum                    : Chordata

Kelas                    : Mammalia

Ordo                     : Primata

Famili                    : Cercopithecidae

Genus                   :Nasalis

Spesies                 :Nasalis larvatus

Penyebaran: Hutan Bakau, Hutan Rawa dan Hutan Pantai di Pulau Borneo.

Ciri-Ciri: bekantan adalah satwa dan besar yang hidungnya panjang dan besar yang hanya ditemukan pada spesies jantan, Hal inilah yang membedakan bekantan dari jenis monyet lainnya. Bekantan jantan memiliki ukuran yang lebih besar daripada bekantan betina dengan ukuran yang dapat mencapai 75 cm dengan berat 24 kg, sedangkan betina dapat mencapai ukuran 60 cm dengan berat hanya 12 kg.

Bekantan memiliki perut yang besar karena kebiasaannya mengkonsumsi makanan yang banyak. Selain memakan biji-bijian dan buah-buahan, bekantan juga memakan bermacam-macam dedaunan yang menghasilkan banyak gas saat dicerna. Hal inilah yang dapat menyebabkan perut bekantan menjadi buncit dan membesar.

3. Kucing Merah

Sumber: kucingmu.com

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom               : Animalia

Filum                   : Chordata

Kelas                   : Mammalia

Ordo                    : Carnivora

Famili                  : Felidae

Genus                  :Pardofelis

Spesies                :Pardofelis badia

Ciri-Ciri: Kucing merah adalah satwa yang memiliki ukuran yang lebih kecil daripada kucing emas Asia. Kucing yang satu ini memiliki bulu yang berwarna coklat terang dan pucat di tubuh bagian bawahnya, bulu di bagian kaki dan juga ekornya merah dan agak pucat. Bentuk ekor dari satwa ini memanjang meruncing pada ujungnya dengan adanya garis putih di pipi bawahnya yang memiliki warna makin putih jika ke ujung serta ada bercak hitam kecil di ujung atasnya.

Untuk mengenali satwa yang satu ini masih dapat dilihat dari bentuk kepalanya, dimana bentuk kepala dari satwa ini kecil, pendek dan bulat yang berwarna coklat gelap keabu-abuan ditambah dengan adanya dua garis gelap yang berasal dari sudut setiap matanya. Pada telinga kucing bagian belakangnya memiliki warna yang keabu-abuan gelap dan juga adanya sedikit bintik-bintik Putih Tengah serta bagian bawah dagu berwarna putih dan ada dua garis coklat samar di sekitar bagian pipi.

4. Pesut Mahakam

Sumber: getborneo.com

Nama Latin:Orcaella brevirostris

Ciri-Ciri: Ciri-Ciri dari Pesut Mahakam ini memiliki kepala yang berbentuk bulat dengan kedua matanya yang berukuran kecil. Warna kulitnya abu-abu dan juga lebih pucat di bagian bawahnya serta tidak ada pola-pola khas yang khusus.Ttidak ada paruh serta sirip dada lebar membundar. Pesut Mahakam bergerak dalam kawasan kecil. Pandangan dari Pesut Mahakam sendiri termasuk pandangan yang tidak terlalu tajam dan kenyataannya bahwa pesut hidup di dalam air yang mengandung lumpur, namun pesut merupakan ahli atau pakar dalam mendeteksi serta menghindari adanya rintangan-rintangan yang dapat membahayakan dirinya.

Saat ini populasi pesut mahakam terus menyusut akibat adanya gangguan terutama dengan adanya lalu lintas di perairan sungai Mahakam yang sangat hidup serta tingginya tingkat erosi dan juga pendangkalan Sungai akibat pengelolaan hutan yang berada di sekitarnya. Kondisi dan keberadaan dari pesut mahakam sendiri diperkirakan dalam kondisi yang sangat terancam akibat dari terbatasnya makanan berupa udang serta ikan, karena mereka harus bersaing dengan para nelayan yang bekerja di sepanjang Sungai Mahakam untuk mencari ukan dan udang baik untuk dikonsumsi ataupun dijual.

5. Owa Kalimantan

Sumber: bobo.grid.id

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom               : Animalia

Filum                    : Chordata

Kelas                    : Mammalia

Ordo                     : Primates

Famili                   :  Hylobatidae

Genus                   :Hylobates

Spesies                 :Hylobates albibarbis

Ciri-Ciri: Owa Kalimantan adalah Jenis satwa yang memiliki tubuh yang tidak terlalu besar akan tetapi juga tidak terlalu kecil. Panjang kepala dan tubuh owa jantan dewasa berkisar antara 462-475 mm, sedangkan betinanya memiliki ukuran yang lebih besar yakni berkisar 495-496 mm. Owa jantan memiliki berat tubuh yang berkisar antara 4,9-6,5 kg sedangkan betinanya lebih berat daripada owa jantan yang berkisar 5,9-6,8 kg. Berdasarkan data dari IUCN, saat ini owa Kalimantan status konservasinya berada dalam status endangereed, hal ini disebabkan karena hilangnya ataupun berkurangnya luas hutan Rawa gambut yang menjadi habitat dari satwa yang satu ini.

6. Buaya Kalimantan

Sumber: merdeka.com

Buaya yang mempunyai nama latin Crocodylus raninus ini termasuk jenis buaya endemik dari Kalimantan dan banyak ditemukan di bagian wilayah Kalimantan Selatan serta Kalimantan Barat.

7. Katak Kepala Pipih

Sumber: tamanasional.org

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom                : Animalia

Filum                     : Chordata

Kelas                     : Amphibia

Ordo                      : Anura

Famili                    : Bombinatoridae

Genus                   :Barbourula

Spesies                 :Barbourula kalimantanensis

Ciri-Ciri: katak yang berasal dari Kalimantan ini memiliki ukuran tubuh yang sedang atau tidak terlalu besar. Pada umumnya kepala katak jantan memiliki panjang tubuh sekitar 68 mm sedangkan betinanya 77 mm. Katak ini dinamai dengan katak kepala pipih karena bentuk kepalanya yang memipih datar dengan moncong yang bentuknya lebar membundar. Katak kepala pipih pada ujung tungkai depan dan belakang memiliki selaput renang yang penuh hingga ke ujung ujung jarinya yang sedikit membenjol.

Katak kepala pipih sepenuhnya akuatik di suatu wilayah sungai yang berair dan juga dangkal namun tidak keruh atau pada air yang jernih. Katak ini sangat menyukai bersembunyi di balik bebatuan di dalam air. Katak pipih Kalimantan diketahui hanya menyebar terbatas di sekitar Nanga Pinoh, Kalimantan Barat.

8. Biawak Kalimantan

Sumber: mongabay.co.id

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom                : Animalia

Filum                     : Chordata

Kelas                     : Reptilia

Ordo                      : Squamata

Famili                    : Lanthanotidae

Genus                    : Lanthanotus

Spesies                  :Lanthanotus borneensis

Ciri-Ciri: Biawak yang berasal dari Kalimantan ini dikenal dengan nama biawak tak bertelinga. Biawak ini memiliki ciri hidung tumpul serta telinga eksternal. Selain ciri tersebut biawak ini mempunyai kelopak mata yang transparan, dimana letaknya lebih rendah daripada hewan lain yang sebangsa dengannya.

Biawak ini memiliki kulit yang dipenuhi dengan gerigi seperti buaya pada seluruh tubuhnya, dimana gerigi ini tersusun secara teratur membentuk garis mulai dari bagian kepalanya sampai pada bagian ekor. Biawak ini memiliki warna coklat tua pada bagian atasnya serta berwarna coklat agak muda pada bagian perut bawahnya.

9. Lutung Dahi Putih

Sumber: putroeintan.blogspot.co.id

Nama Latin:Presbytis frontata

Ciri-Ciri: Lutung Dahi Putih memiliki ciri khusus atau khas yang ditandai dengan adanya warna putih yang terdapat pada bagian keningnya yang tidak memiliki rambut. Pada bagian punggung, lutung dahi putih ini ditumbuhi bulu yang berwarna coklat keabuan serta bagian depan coklat kekuningan, sedangkan ekornya berwarna abu-abu kekuningan. Lutung endemik asal Kalimantan ini memiliki panjang tubuh antara 50-60 cm dengan ekor yang panjangnya berkisar 70-75 cm. Untuk bobot tubuh, lutung ini sendiri pada masa dewasanya mencapai 5-5,5 kg.

Perilaku: Lutung Dahi Putih termasuk binatang yang bersifat diurnal atau aktif di siang hari. Aktivitas hariannya banyak dilakukan di atas pohon, selain itu lutung ini termasuk satwa yang herbivore yaitu jenis makanannya terdiri dari pucuk daun muda, biji-bijian dan buah meskipun terkadang lutung ini juga memakan serangga. Lutung Dahi Putih termasuk primata berekor panjang yang hidupnya secara berkelompok yang biasanya terdiri atas 8 sampai 10 ekor dimana di dalam kelompok tersebut terdapat beberapa jantan yang dominan atau berpoligami.

Persebarannya: Lutung ini biasanya hidup di hutan primer dipterocarpaceae dataran rendah hingga ketinggian 350 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lutung Dahi Putih dapat ditemukan di beberapa lokasi seperti bagian timur sungai Barito, Sungai Segah ,Sungai Kayan serta Taman Nasional Kutai dan juga beberapa daerah lainnya.

10. Tupai Peminum Darah

Sumber: wartabuana.co

Nama Latin:Rheithrosciurus macrotis

Tupai ini adalah jenis tupai yang nokturnal atau aktif pada malam hari. Tupai ini memiliki ciri bulu ekor yang lebat. Tupai ini ni dikenal dengan sifatnya yang agresif bahkan dikatakan bahwa tupai ini dapat membunuh seekor Kijang dewasa. Tupai Peminum Darah termasuk salah satu satwa endemik yang berasal dari Kalimantan, akan tetapi tupai ini sangat jarang menampakkan dirinya.

11. Gajah Kerdil  Borneo

Sumber: merdeka.com

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom               : Animalia

Filum                    : Chordata

Kelas                    : Mammalia

Ordo                     : Prosbocidea

Famili                   : Elephantidae

Genus                   :Elephas

Spesies                 :Elephas maximus

Subspesies            :Elephas maximus Borneensis

Persebaran: Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah).

Ciri-Ciri: Gajah Kalimantan memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan Gajah Sumatera atau pun Subspesies Gajah Asia lainnya. Pada gajah jantan Kalimantan Ukuran tinggi tubuh berkisar antara 1,7 sampai 2,6 meter, sedangkan pada gajah betina memiliki ketinggian tubuh 1,5 hingga 2,5 meter.

Gajah kerdil dari Kalimantan ini, memiliki kulit yang berwarna abu-abu kehitaman. Selain Ciri di atas untuk membedakan Gajah Kalimantan dengan gajah lainnya, Gajah Kalimantan memiliki telinga yang lebih besar, ekor yang lebih panjang mencapai tanah dan lebih gemuk. Selain itu gajah Kalimantan termasuk gajah yang kurang agresif dibandingkan gajah Asia lainnya.

12. Lutung Merah

Sumber: kidnesia.grid.id

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom               : Animalia

Filum                    : Chordata

Kelas                    : Mammalia

Ordo                     : Primates

Famili                    :Cercopithecidae

Genus                   :Presbytis

Spesies                 :Presbytis rubicunda

Ciri-Ciri: Ciri ekor panjang serta memiliki warna kemerahan. Pada anakan, Lutung Merah berwarna keputih-putihan dengan adanya bercak hitam pada bagian bawah punggung dan juga melintang sepanjang bahu. Biasanya kelompok lutung merah hidup secara berkelompok dimana terdapat 8 ekor dengan 1 ekor jantan dewasa. Makanan utamanya adalah biji-bijian, dedaunan muda serta liana.

Populasi Lutung Merah semakin hari semakin tinggi tingkat keterancamanya yang disebabkan adanya beberapa penyebab utama seperti pembukaan atau penebangan hutan dengan skala yang besar, perburuan, perdagangan satwa liar dan kebakaran hutan.

Itulah 12 satwa endemik dari pulau Kalimantan yang saya informasikan untuk anda. Pesan saya kepada kita semua khususnya diri saya sendiri agar lebih bijak dalam mengelola alam sehingga tidak menimbulkan kerugian yang sangat besar terutama yang menyebabkan punahnya satwa-satwa endemik tersebut, karena satwa endemik adalah ciri khas dari suatu daerah yang tidak dapat ditemukan di daerah yang lainnya, bahkan lebih dari itu suatu satwa juga mempunyai fungsi untuk menjamin keseimbangan ekologi.

Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar