11 Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Melegenda

Prasasti Kerajaan Mataram Kuno - Prasasti adalah segala bentuk tulisan yang dipahatkan ataupun digoreskan pada sebuah batu, logam, Lontar serta benda keras lainnya diimana benda tersebut menyimpan berbagai sumber sejarah di masa yang lalu. Sebagian dari sejarah Indonesia dapat diketahui dengan baik setelah adanya penemuan sejumlah prasasti di berbagai lokasi.

Biasanya di dalam perasasti selalu masih ada keterangan-warta krusial tentang peristiwa yang terjadi di masa kemudian. Berikut aku informasikan kepada anda 11 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yg Melegenda.

1. Prasasti Sojomerto

Prasasti Sojomerto merupakan peninggalan berdasarkan Wangsa Sailendra yang pertama kali ditemukan pada desa sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang pada provinsi Jawa Tengah. Prasasti ini ditulis pada bahasa Melayu antik dan beraksara kawi. Prasasti sojomerto sendiri bersifat keagamaan siwais.

Prasasti ini berisikan tentang famili menurut tokoh utamanya yaitu Dapunta Selendra. Dapunta Selendra ini mempunyai Ayah yg bernama Santanu, ibu yg bernama Bhadrawati dan istrinya yg bernama Sampula. Menurut Prof. Drs. Boechari, dia berpendapat bahwa tokoh yg bernama Dapunta selendra merupakan cikal bakal adanya raja-raja keturunan dari Wangsa Sailendra yg waktu itu berkuasa dalam kerajaan Mataram Hindu.

Prasasti sojomerto sendiri terbuat menurut batu andesit yg memiliki panjang 43 cm memakai tebal 7 centimeter dan tinggi 78 cm.

Dua. Prasasti Mantyasih

Sumber: kekunaan.Blogspot.Co.Id

Prasasti mantyasih adalah prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Prasasti ini memiliki nama lain misalnya prasasti tembaga kedu atau seringkali jua dikenal menggunakan nama prasasti Balitung. Prasasti ini pertama kali ditemukan pada kampung mateseh, Magelang Utara yg berada dalam provinsi Jawa Tengah. Prasasti ini memberikan fakta mengenai daftar silsilah raja-raja yg memimpin Kerajaan Mataram sebelum raja Balitung.

Tujuan dibuatnya prasasti ini adalah sebagai upaya buat melegitimasi Balitung sebagai akibatnya membicarakan raja-raja yang memimpin sebelumnya yg berdaulat penuh atas daerah kerajaan berdasarkan Mataram Kuno. Selain itu pada dalam prasasti ini jua disebutkan bahwa Desa Mantyasih ditetapkan Raja Balitung sebagai desa perdikan atau wilayah bebas pajak.

Berikut nama-nama raja-raja Mataram antik yang disebutkan pada pada Prasasti Mantyasih. Nama-nama Raja tersebut antara lain :

1. Raja Sanjaya

2. Rakai Panangkaran

tiga. Rakai Panunggalan

4. Rakai Warak

lima. Rakai Garung

6. Rakai Pikatan

7. Rakai Kayuwangi

8. Ratu Watuhumalang

9. Rakai Watukura Dyah Balitung

3. Prasasti Gondosuli

Sumber: @historyoftemanggung Via Instagram

Prasasti Gondosuli merupakan objek yang sangat bersejarah dan juga terkenal di Kabupaten Temanggung. Prasasti ini sekarang  terletak di desa Gondosuli Kecamatan bulu yang memiliki jarak kurang lebih 13 km ke arah barat. Prasasti ini ditulis pada tahun 832 Masehi. Prasasti Gondosuli merupakan prasasti yang memuat informasi tentang tentang betapa jayanya Dinasti Sanjaya terutama di masa pemerintahan rangkai patahan yaitu raja dari kerajaan Mataram Hindu.

Prasasti Gondosuli yang merupakan obyek wisata sejarah yang dapat memberikan informasi yang sangat penting terutama tentang gambaran mengenai kehidupan sosial budaya dari masyarakat temanggung pada saat dahulu kala. Saat ini prasasti Gondosuli sangat dijaga sekali akan kelestariannya maka dari itu saat ini prasasti di atasnya didirikan bangunan yang diberi pagar keliling dari besi serta beratap seng. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga keamanan serta perlindungan dari Prasasti yang sangat bersejarah dari kerajaan Mataram Kuno tersebut.

4. Prasasti Canggal

Prasasti Canggal disebut juga dengan prasasti Sanjaya ataupun Prasasti Gunung Wukir. Prasasti ini ditemukan di halaman Candi Gunung wukir di desa kadiluwih, Kecamatan salam di provinsi Jawa Tengah. Prasasti Canggal ditulis pada batu menggunakan bahasa Sansekerta dengan aksara pallawa. Prasasti ini dipandang sebagai sebuah pernyataan diri dari Raja Sanjaya pada tahun 732 M sebagai seorang penguasa dari Kerajaan Mataram Kuno.

Prasasti Canggal memberikan informasi tentang pendirian Lingga yakni lambang Siwa di desa kunjarakunja oleh Raja Sanjaya. Selain itu prasasti ini memberikan informasi bahwa yang menjadi raja pada awalnya adalah sanna yang kemudian digantikan oleh Sanjaya anak Sannaha yang merupakan saudara dari Sanna.

5. Prasasti Kelurak

Sumber: @ale.woh Via Instagram

Prasasti Kelurak adalah prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang ditemukan di dekat Candi lumbung yaitu di Desa Kelurahan Benar Utara, kompleks percandian prambanan di Provinsi Jawa Tengah. Prasasti Kelurak memberikan informasi tentang didirikannya sebuah bangunan suci untuk arca Manjusri atas perintah dari Raja Indra yang memiliki gelar Sanggramadhananjaya.

Berdasarkan keterangan ahli sejarah yang dimaksud bangunan suci tersebut tidak lain adalah Candi Sewu yang berlokasi di Kompleks Percandian Prambanan. Itu adalah sebagian informasi saja dari Prasasti Kelurak, karena untuk mengetahui keseluruhan isinya tidak dimungkinkan lagi dikarenakan kondisi dari prasasti yang sudah rusak.

6. Prasasti Kalasan

Prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno berikutnya adalah prasasti Kalasan. Prasasti ini adalah peninggalan dari Wangsa Sanjaya. Prasasti Kalasan pertama kali ditemukan di kecamatan Kalasan, Sleman, Jogjakarta. Prasasti ini ditulis di dalam bahasa Sansekerta serta menggunakan huruf pranagari.

Prasasti ini memberikan informasi bahwa guru sang raja yang berhasil membujuk Maharaja Tejahpura Panangkarana, yang merupakan mustika keluarga dari Sailendra Wamsatilaka atas permintaan dari keluarga Syailendra, dengan tujuan untuk membangun bangunan suci bagi Dewi Tara dan juga sebuah biara bagi para pendeta dan yang terakhir adalah penghargaan Desa Kalasan untuk para sangha yaitu komunitas Kebiarawan dalam agama Buddha. Bangunan suci yang dimaksud serta akan dibangun adalah Candi Kalasan. Saat ini prasasti ini disimpan di Museum Nasional, Jakarta.

7. Prasasti Shankara

Sumber: rochmany.blogspot.co.id

Prasasti Shankara adalah prasasti yang berasal dari abad ke-8 masehi yang ditemukan pertama kali di Sragen Jawa Tengah. Saat ini prasasti ini tidak diketahui lagi di mana keberadaannya dikarenakan telah hilang. Prasasti ini dahulunya pernah disimpan oleh museum Adam Malik  akan tetapi ketika bangkrut pada kisaran tahun 2005 atau 2006, prasasti tersebut di jual begitu saja.

Prasasti shankara menceritakan tentang seorang tokoh yang bernama Raja Shankara yang berpindah agama karena agama Siwa yang dianut oleh dirinya termasuk agama yang ditakuti oleh banyak orang. Raja Shankara sendiri berpindah ke agama Buddha karena di agama tersebut disebutkan bahwa agama Buddha adalah agama yang welas asih.

Selain itu juga disebutkan bahwa ayah Raja shankara wafat karena sakit selama kurang lebih 8 hari Karena itulah raja shankara yang takut akan sang guru yang tidak benar, Raja Shankara kemudian meninggalkan agama Siwa yang kemudian beralih menjadi pemeluk agama Buddha Mahayana. Setelah itu Raja Shankara memindahkan pusat kerajaannya ke arah timur.

Pada buku sejarah nasional Indonesia memberikan informasi bahwa Raja shankara disamakan dengan rangkai panangkaran, sedangkan ayah dari Raja sangkara sendiri yang tidak disebutkan namanya disamakan dengan raja Sanjaya.

8. Prasasti Ngadoman

Sumber: id.wikipedia.org

Prasasti peninggalan Kerajaan Mataram kuno yang melegenda berikutnya adalah prasasti ngadoman prasasti ini ditemukan pertama kali di desa ngaduman dekat Salatiga di provinsi Jawa Tengah. Prasasti ini sangatlah penting karena diperkirakan merupakan perantara antara aksara Budha dengan aksara kawi.

9. Prasasti Plumpungan

Sumber: @malfinotendikds Via Instagram

Prasasti Plumpungan disebut juga dengan Prasasti Hamparan. Prasasti Plumpungan adalah prasasti yang tertulis pada batu besar berjenis andesit yang memiliki ukuran panjang 170 cm dengan lebar 190 cm serta dengan garis lingkar sepanjang 5 meter. Prasasti Ini pertama kali ditemukan di Dukuh plumpungan yaitu di Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo. Banyak orang yang percaya bahwa prasasti ini merupakan asal-usul kota Salatiga.

Prasasti Plumpungan ditulis dalam bahasa Sansekerta serta bahasa Jawa kuno yang tulisannya ditatah pada petak persegi 4 bergaris ganda. Berdasarkan sejarah, Prasasti Plumpungan mengandung isi tentang penetapan hukum yaitu suatu ketetapan status tanah perdikan bagi desa Hampra. Berdasarkan pakar sejarah menyatakan bahwa penulisan pada prasasti plumpungan dilakukan oleh seorang citralekha/penulis dan juga pendeta/resi.

Raja Bhanu yang disebut di dalam prasasti tersebut adalah seorang raja yang besar pada zamannya, dimana raja tersebut banyak memperhatikan nasib serta kesejahteraan para rakyatnya.

10. Prasasti kayumwungan

Prasasti ini bernama Prasasti kayumwungan. Prasasti ini adalah sebuah prasasti pada 5 buah pegangan batu yang ditemukan di Dusun Karang Tengah, Kabupaten Temanggung di provinsi Jawa Tengah. Prasasti Kayumwungan hingga saat ini lebih dikenal dengan nama Prasasti Karang Tengah.

Prasasti ini dituliskan dalam bahasa Sansekerta, dimana isinya memuat tentang seorang raja yang bernama Samaratungga yang anaknya bernama pramodhawardhani yang mendirikan bangunan suci di nalaya serta bangunan bernama Wenuwana yang berarti hutan bambu. Wenuwena dibuat dengan tujuan sebagai tempat untuk menempatkan abu kremasi raja mega (Sebutan Dewa Indra).

11. Prasasti Siwagrha

Sumber: kekunaan.Blogspot.Co.Id

Prasasti yang terakhir ini adalah Prasasti Siwagrha, dimana prasasti ini dikeluarkan oleh Rakai Kayuwangi di masa setelah berakhirnya pemerintahan Rakai Pikatan. Prasasti ini memberikan informasi tentang kelompok Candi Agung yang dipersembahkan untuk Dewa Siwa yang disebut dengan Shivagrha (Bahasa Sanskerta) yang berarti rumah Siwa, dimana cirinya cocok dengan kelompok Candi Prambanan. Saat ini prasasti ini disimpan di Museum Nasional Indonesia yang berada di Jakarta.

Itulah informasi tentang 11 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Melegenda yang dapat anda jadikan pengetahuan yang baru serta referensi tentang sejarah-sejarah kerajaan yang pernah ada di Indonesia sehingga dapat menambah wawasan anda. Jika ada masukan ataupun saran untuk artikel ini silahkan tulis di kolom komentar.

Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar